Pelajaran Sekolah Sabat 20 Juni 2026

TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)

Pelajaran 25, Sabat 20 Juni 2026

PERNYATAAN NUBUAT TAMBAHAN

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? … Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka.” Lukas 18:7, 8.

Sekarang, sementara Imam Besar kita yang agung sedang melakukan pendamaian bagi kita, maka kita harus berusaha untuk menjadi sempurna di dalam Kristus. Bahkan dengan pikiran sekalipun, Juruselamat kita tidak dapat digoyahkan oleh kuasa godaan. Setan telah menemukan di dalam hati manusia satu titik di mana ia dapat memperoleh pijakan; Beberapa keinginan berdosa yang dipelihara, yang melaluinya godaan-godaan itu mengokohkan kekuatannya. Tetapi Kristus telah menyatakan tentang diri-Nya: ‘Penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.’ Yohanes 14:30. Setan tidak dapat berkuasa sedikitpun atas Anak Allah yang dengan demikian menjadi jalan bagi-Nya untuk meraih kemenangan. Ia telah menaati perintah Bapa-Nya, dan tidak ada dosa dalam diri-Nya yang dapat digunakan Setan untuk keuntungannya. Seperti demikian inilah juga seharusnya kondisi bagi barangsiapa yang mau berdiri teguh di masa kesusahan harus ditemukan.” —The Great Controversy, hlm. 623.

MINGGU

1 . Nubuat penting tentang akhir zaman apakah yang diungkapkan kepada Daniel?

Daniel 12:1 “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.

“Ketika pekabaran malaikat ketiga berakhir, maka belas kasihan tidak lagi akan memohonkan pengampunan bagi penduduk bumi yang bersalah. Umat Allah telah menyelesaikan pekerjaan mereka. Mereka telah menerima ‘hujan akhir,’ ‘penyegaran dari hadirat Allah,’ (Zakharia 10:1; Kisah 3:19 KJV), dan mereka pun akan siap menghadapi saat-saat pencobaan di hadapan mereka. Malaikat-malaikat sedang bergegas ke sana kemari di surga. Ketika sesosok malaikat yang kembali dari bumi mengumumkan bahwa pekerjaannya telah selesai; maka ujian terakhir telah ditimpakan kepada dunia, dan semua yang telah membuktikan diri setia kepada perintah-perintah ilahi telah menerima ‘meterai Allah yang hidup.’ Kemudian Yesus menghentikan permohonan-Nya di tempat kudus di atas. Ia mengangkat tangan-Nya dan dengan suara lantang berkata, ‘Sudah selesai;’ dan seluruh malaikat melepaskan mahkota mereka ketika Ia membuat pengumuman yang khidmat: ‘Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya.’ Wahyu 22:11. Setiap perkara telah diputuskan, baik hidup ataupun mati. Kristus telah mengadakan pendamaian, yakni penebusan bagi umat-Nya dan telah menghapus dosa-dosa mereka. Jumlah umat-Nya telah terpenuhi; ‘pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit,’ (Daniel 7:27), akan segera diberikan kepada ahli waris keselamatan, dan Yesus akan memerintah sebagai Raja segala raja dan Tuhan segala tuan.” —The Great Controversy, hlm. 613.

SENIN

2. Tokoh Alkitab manakah yang mewakili situasi yang dilihat oleh nabi di akhir zaman?

Kejadian 32:24-30 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. 25Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. 26Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.” 27Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.” 28Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” 29Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. 30Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”

“Malam penderitaan Yakub, ketika ia bergumul dalam doa memohon pembebasan dari tangan Esau (Kejadian 32:24-30), menggambarkan pengalaman umat Allah di masa kesusahan. Akibat tipu daya yang telah dilakukannya untuk mengamankan berkat ayahnya, yang ditujukan untuk Esau, maka Yakub telah melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya, karena khawatir dengan ancaman yang mematikan dari saudaranya. Setelah bertahun-tahun berada di pengasingan, ia pun berangkat, atas perintah Allah, untuk kembali bersama istri dan anak-anaknya, kawanan domba dan ternaknya, ke negeri asalnya. Sesampainya di perbatasan negeri itu, ia dipenuhi teror oleh kabar akan kedatangan Esau yang mengepalai sekelompok prajurit, yang pasti berniat membalas dendam. Rombongan Yakub, yang tidak bersenjata dan tidak berdaya, tampaknya akan menjadi korban kekerasan dan pembantaian yang tak berdaya. Dan pada beban kecemasan dan ketakutan itulah ditambahkan beban berat rasa penyesalan diri, karena dosanya sendirilah yang telah mendatangkan bahaya ini. Satu-satunya harapannya adalah pada belas kasihan Allah; dan satu-satunya pembelaannya adalah doa. Namun ia tidak tinggal diam saja dalam upaya pribadinya untuk menebus kesalahannya terhadap saudaranya dan untuk mencegah bahaya yang sedang mengancam. Demikian pula seharusnya para pengikut Kristus, ketika mereka mendekati masa kesusahan, harus melakukan segala upaya untuk dapat menampilkan diri mereka dengan benar di hadapan orang banyak, untuk melucuti prasangka, dan untuk mencegah bahaya yang mengancam kebebasan hati nurani.” —The Great Controversy, hlm. 616.

SELASA

3 . Apakah yang menjadi hasilnya yang menakjubkan?

Hosea 12:4 Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya.

“Melalui penghinaan, pertobatan, dan penyerahan diri, manusia yang telah berdosa dan sesat ini menang di hadapan keagungan surga. Ia telah menggenggam janji-janji Allah dengan erat, dan hati Kasih Yang Maha Tak Terbatas tidak dapat menolak permohonan orang berdosa yang demikian itu. Sebagai bukti kemenangannya dan dorongan bagi orang lain untuk meniru teladannya, namanya diubah dari nama yang mengingatkan akan dosanya menjadi nama yang memperingati kemenangannya. Dan kenyataan bahwa Yakub telah menang di hadapan Allah adalah jaminan bahwa ia pun akan menang di hadapan manusia. Ia tidak lagi merasa takut untuk menghadapi kemarahan saudaranya, karena Allah adalah pembelanya.” —The Great Controversy, hlm. 617.

RABU

4 . Apakah yang Allah janjikan mengenai umat-Nya di masa kesusahan?

Yesaya 33:16 dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

“Meskipun umat Allah akan dikelilingi oleh musuh-musuh yang berniat menghancurkan mereka, namun penderitaan yang mereka derita bukanlah ketakutan akan penganiayaan demi kebenaran; mereka justru takut sekiranya ada dosa yang belum dipertobatkan, dan bahwa karena kesalahan mereka sendiri mereka akan gagal menerima penggenapan janji Juruselamat: Aku ‘akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia.’ Wahyu 3:10…. “Rasul Yohanes dalam penglihatan mendengar suara keras di surga berseru: ‘Celakalah penduduk bumi dan laut! karena iblis telah turun kepada kamu dengan amarah yang besar, karena ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit.’ Wahyu 12:12. Menakutkanlah pemandangan yang memunculkan seruan ini dari suara surgawi. Amarah Setan meningkat seiring dengan semakin singkatnya waktunya, dan pekerjaan tipu daya dan penghancurannya akan mencapai puncaknya pada masa kesusahan.” —The Great Controversy, hlm. 619, 623.

KAMIS

5 . Seberapa hebatkah masa kesusahan bagi orang-orang yang beriman?

Yesaya 49:14-16 Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” 15Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. 16Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku..

“Ketika dekrit yang dikeluarkan oleh berbagai penguasa Kristen terhadap para pentaati perintah akan mencabut perlindungan pemerintah dan meninggalkan mereka kepada orang-orang yang menginginkan kehancuran mereka, umat Allah akan melarikan diri dari kota-kota dan desa-desa dan berkumpul bersama dalam kelompok-kelompok, tinggal di tempat-tempat yang paling terpencil dan sunyi. Banyak yang akan menemukan perlindungan di benteng-benteng pegunungan…. Tetapi banyak dari semua bangsa dan semua golongan, tinggi dan rendah, kaya dan miskin, hitam dan putih, akan dilemparkan ke dalam perbudakan yang paling tidak adil dan kejam. Orang-orang yang dikasihi Allah melewati hari-hari yang melelahkan, terikat rantai, terkurung oleh jeruji penjara, dijatuhi hukuman mati, beberapa tampaknya dibiarkan mati kelaparan di penjara bawah tanah yang gelap dan menjijikkan. Tidak ada telinga manusia yang terbuka untuk mendengar rintihan mereka; tidak ada tangan manusia yang siap untuk memberi mereka pertolongan…. Akankah Tuhan melupakan umat-Nya di saat-saat sulit ini?… Tuhan semesta alam telah berfirman: ‘Barangsiapa menyentuhmu, ia menyentuh biji mata-Nya.’ Zakharia 2:8.” —The Great Controversy, hlm. 626.

JUMAT

6 . Apa yang dinubuatkan mengenai penghakiman terakhir Allah yang akan menimpa penduduk dunia?

Wahyu 14:9, 10; 15:1 Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, 10 maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.15:1Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.

Amos 8:11, 12 “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. 12Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

“Wabah-wabah ini tidak bersifat universal, atau penduduk bumi akan sepenuhnya dimusnahkan. Namun, ini akan menjadi malapetaka paling mengerikan yang pernah dikenal oleh manusia. Semua penghakiman atas manusia, sebelum berakhirnya masa percobaan, telah bercampur dengan belas kasihan. Darah Kristus yang memohon telah melindungi orang berdosa dari menerima hukuman penuh atas kesalahannya; tetapi dalam penghakiman terakhir, murka dicurahkan tanpa bercampur dengan belas kasihan.” —The Great Controversy, hlm. 628.

SABAT

7. Bagaimana umat Allah akan dilindungi?

Yesaya 41:17 Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.

Mazmur 121:5-7; 91:3-10 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. 6Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. 7TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu…. 91:3Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. 4Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. 5Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, 6terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. 7Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. 8Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. 9Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, 10malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu.

“Mata Tuhan, yang memandang ke seluruh zaman, tertuju pada krisis yang akan dihadapi umat-Nya, ketika kekuatan duniawi akan bersekutu melawan mereka. Seperti tawanan pengasingan, mereka akan takut mati kelaparan atau kekerasan. Tetapi Yang Mahakudus yang membelah Laut Merah di hadapan Israel, akan menyatakan kuasa-Nya yang besar dan membalikkan penawanan mereka. ‘Mereka akan menjadi milik-Ku, firman Tuhan semesta alam, pada hari Aku mengumpulkan permata-Ku; dan Aku akan mengampuni mereka, seperti seorang ayah mengampuni anaknya sendiri yang melayaninya.’ Maleakhi 3:17. Jika darah saksi-saksi Kristus yang setia ditumpahkan pada saat ini, itu tidak akan, seperti darah para martir, menjadi benih yang ditabur untuk menghasilkan panen bagi Allah. Kesetiaan mereka tidak akan menjadi kesaksian untuk meyakinkan orang lain tentang kebenaran; karena hati yang keras telah menolak gelombang belas kasihan sampai tidak kembali lagi. Jika orang-orang benar dibiarkan menjadi mangsa musuh mereka, itu akan menjadi kemenangan bagi penguasa kegelapan. Pemazmur menyatakan: ‘Pada waktu kesusahan Ia akan menyembunyikan aku di dalam kemah-Nya: di tempat rahasia tabernakel-Nya Ia akan menyembunyikan aku.’ Mazmur 27:5. Kristus telah berfirman: ‘Datanglah, hai umat-Ku, masuklah ke dalam kamarmu, dan tutuplah pintu-pintumu: sembunyikanlah dirimu sejenak, sampai murka itu berlalu. Sebab, lihatlah, Tuhan keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kejahatan mereka.’ Yesaya 26:20, 21. Akan mulialah pembebasan bagi mereka yang telah dengan sabar menunggu kedatangan-Nya dan yang nama-nama mereka tertulis dalam kitab kehidupan.” —The Great Controversy, hlm. 634.

UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN

Karena hari Sabat telah menjadi titik kontroversi khusus di seluruh Kekristenan, dan otoritas agama dan sekuler telah bergabung untuk menegakkan ketaatan terhadap hari Minggu, maka penolakan terus-menerus dari minoritas kecil untuk tunduk pada tuntutan populer akan menjadikan mereka sasaran kecaman universal. Akan dikemukakan bahwa segelintir orang yang menentang lembaga gereja dan hukum negara adalah tidak boleh ditoleransi; bahwa lebih baik bagi mereka untuk menderita daripada seluruh bangsa terjerumus ke dalam kekacauan dan pelanggaran hukum. Argumen yang sama telah diajukan terhadap Kristus berabad-abad yang lalu oleh ‘para penguasa rakyat.’ ‘Adalah baik bagi kita,’ kata Kayafas yang licik, ‘jika satu orang mati untuk bangsa kita, daripada seluruh bangsa kita ini binasa.’ Yohanes 11:50. Argumen ini akan tampak meyakinkan; dan akhirnya akan dikeluarkan dekrit yang menentang mereka yang menguduskan hari Sabat dari perintah hukum keempat, mengecam mereka sebagai orang yang pantas menerima hukuman terberat dan memberi rakyat kebebasan, setelah waktu tertentu, untuk menghukum mati mereka.” Katolik Roma telah melakukannya di Dunia Lama dan Protestan yang murtad di Dunia Baru akan menempuh jalan yang sama terhadap mereka yang menghormati semua ajaran ilahi.” —The Great Controversy, hlm. 615  .

***