TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)
Pelajaran 18, Sabat 2 Mei 2026
Persembahan Sekolah Sabat Istimewa untuk UNI KOLOMBIA
Kiranya persembahanmu mencerminkan kelimpahan berkat surgawi yang telah kamu terima!
PESTA PORA PENYEMBAHAN BERHALA
“Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras.” Amsal 31:4.
“Menjelang akhir hidup Daniel, perubahan besar terjadi di negeri tempat ia dan teman-teman Ibraninya ditawan lebih dari enam puluh tahun sebelumnya. Nebukadnezar, ‘yang dahsyat di antara bangsa-bangsa’ (Yehezkiel 28:7 KJV), telah meninggal, dan Babel, ‘pujian seluruh bumi’ (Yeremia 51:41), telah jatuh di bawah pemerintahan yang tidak bijaksana dari para penerusnya, dan kehancuran bertahap namun pasti sedang terjadi.” —Prophets and Kings, hlm. 522.
| MINGGU |
1 . Apakah yang dilakukan oleh Raja Belsyazar?
Daniel 5:1-4 Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. 2Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. 3Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; 4mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.
“Akibat akal sehat yang telah digulingkan oleh kemabukan yang memalukan, dan dengan dorongan hasrat dan hawa nafsu rendah yang menguasainya ketika itu, raja memimpin pesta pora yang ricuh. Saat pesta berlangsung, ia ‘menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.’ (Daniel 5:2).” —Prophets and Kings, hlm. 523.
| SENIN |
2. Apakah yang terjadi selanjutnya? Bagaimana reaksi raja terhadap hal itu?
Daniel 5:5-9 Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. 6Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan. 7Kemudian berserulah raja dengan keras, supaya para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum dibawa menghadap. Berkatalah raja kepada para orang bijaksana di Babel itu: “Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.” 8Tetapi semua orang bijaksana dari raja, yang telah datang menghadap, tidak sanggup membaca tulisan itu dan tidak sanggup memberitahukan maknanya kepada raja. 9Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar dan ia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat.
“Belsyazar sama sekali tidak menyangka bahwa ada Saksi surgawi yang sedang mengamat-amati pesta pora penyembahan berhala yang dilakukannya; bahwa seorang Pengawas ilahi, yang tidak disadarinya, sedang mengamati pemandangan penodaan itu, mendengar sukaria yang menodai kesucian, dan menyaksikan penyembahan berhala tersebut. Tetapi segera, Tamu yang tidak diundang itu pun menunjukkan kehadiran-Nya. Ketika pesta pora telah mencapai puncaknya, sebuah tangan tanpa darah muncul dan menggoreskan di dinding istana huruf-huruf yang berkilauan seperti api—kata-kata yang, meskipun tidak dapat dimengerti oleh kerumunan besar itu, telah nampak sebagai pertanda malapetaka bagi raja dan tamunya yang kini diliputi rasa bersalah.” —Prophets and Kings, hlm. 524.
| SELASA |
3 . Siapakah yang dipanggil untuk mengartikan tulisan yang aneh itu?
Daniel 5:10-12 Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: “Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat; 11sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, 12karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!”
“Kemudian ibu ratu teringat akan Daniel, yang lebih dari setengah abad sebelumnya telah memberitahukan kepada Raja Nebukadnezar tentang mimpi mengenai patung besar itu dan maknanya.” —Patriarchs and Prophets, hlm. 527.
| RABU |
4 . Pernyataan penting apakah yang disampaikan raja mengenai Daniel?
Daniel 5:13-16 Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: “Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda? 14Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa. 15Kepadaku telah dibawa orang-orang bijaksana, para ahli jampi, supaya mereka membaca tulisan ini dan memberitahukan maknanya kepadaku, tetapi mereka tidak sanggup mengatakan makna perkataan itu. 16Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. Oleh sebab itu, jika engkau dapat membaca tulisan itu dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas, dan dalam kerajaan ini engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.”
“Di hadapan kerumunan yang diliputi ketakutan itu, Daniel, tanpa terpengaruh oleh janji-janji raja, berdiri dengan tenang dan bermartabat sebagai hamba Yang Mahatinggi, bukan untuk mengucapkan kata-kata sanjungan, tetapi untuk menyampaikan pekabaran malapetaka.” —Prophets and Kings, hlm. 529.
| KAMIS |
5. Apa yang Daniel ceritakan kepada raja dan para punggawanya tentang kesabaran Allah terhadap kakek raja, serta terhadap kebodohan dan kesombongannya sendiri?
Daniel 5:17-23 Kemudian Daniel menjawab raja: “Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku. 18Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku. 19Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya. 20Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya. 21Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu. 22Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini. 23Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku.
“Nabi itu mula-mula mengingatkan Belsyazar tentang hal-hal yang sudah ia ketahui, tetapi yang belum mengajarkan kepadanya Pelajaran kerendahan hati yang seharusnya dapat menyelamatkannya. Ia berbicara tentang dosa dan kejatuhan Nebukadnezar, dan tentang perlakuan Allah terhadapnya—kekuasaan dan kemuliaan yang diberikan kepadanya, penghakiman ilahi atas kesombongannya, dan pengakuannya kemudian akan kuasa dan belas kasihan Allah Israel; dan kemudian dengan kata-kata yang berani dan tegas ia menegur Belsyazar atas kejahatannya yang besar. Ia memperlihatkan dosa raja di hadapannya, menunjukkan kepadanya Pelajaran yang seharusnya dapat ia pelajari tetapi malah tidak ia pelajari. Belsyazar tidak memahami dengan benar pengalaman kakeknya, dan tidak mengindahkan peringatan dari peristiwa-peristiwa yang begitu penting baginya. Kesempatan untuk mengenal dan menaati Allah yang sejati telah diberikan kepadanya, tetapi tidak dihayatinya, dan ia pun akan segera menuai akibat dari pemberontakannya.” —Prophets and Kings, hlm. 529.
| JUMAT |
6 . Kata-kata apa yang terukir di dinding, dan apa artinya?
Daniel 5:24-28 Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. 25Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin. 26Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; 27Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; 28Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.”
“Saat masih berada di aula pesta, dikelilingi oleh mereka yang nasibnya telah ditentukan, raja diberitahu oleh seorang utusan bahwa ‘kotanya telah direbut’ oleh musuh yang sebelumnya ia rasa aman dari tipu daya mereka; ‘bahwa jalan-jalan telah ditutup,… dan para prajurit ketakutan.’ (Yeremia 51:31, 32 KJV). Bahkan ketika ia dan para bangsawannya sedang minum dari bejana suci Allah, dan memuji dewa-dewa mereka yang terbuat dari perak dan emas, bangsa Media dan Persia, setelah mengalihkan aliran Sungai Efrat, sedang berbaris menuju jantung kota yang tidak dijaga itu. Tentara Koresh kini berdiri di bawah tembok istana; kota itu dipenuhi oleh tentara musuh, ‘seperti belalang’ (Yeremia 51:14); dan sorak-sorai kemenangan mereka terdengar di atas tangisan putus asa para peserta pesta yang terkejut itu.” —Patriarchs and Prophets, hlm. 531.
| SABAT |
7 . Perubahan besar bersejarah apakah yang terjadi pada tahun 539 SM?
Daniel 5:30; 6:1 Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu. 31 (6-1)Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun.
“Setiap bangsa yang muncul di panggung kehidupan telah diizinkan untuk menempati tempatnya di bumi, agar dapat dipastikan apakah bangsa itu akan memenuhi tujuan Sang Pengawas dan Yang Mahakudus. Nubuat telah menelusuri kebangkitan dan perkembangan kekaisaran-kekaisaran besar dunia—Babel, Media-Persia, Yunani, dan Romawi. Dengan masing-masing kekaisaran ini, seperti halnya bangsa-bangsa lainnya yang kurang kuat, sejarah telah berulang. Masing-masing telah mengalami masa ujiannya; masing-masing telah gagal, kejayaannya pun memudar, kekuasaannya lenyap.” —Prophets and Kings, hlm. 535.
| UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN |
“Sejarah bangsa-bangsa sedang berbicara kepada kita hari ini. Kepada setiap bangsa dan setiap pribadi, Allah telah menetapkan tempat dalam rencana-Nya yang agung. Saat ini, manusia dan bangsa-bangsa sedang diuji dan diukur oleh alat ukur di tangan Dia yang tidak pernah salah. Semua orang, sedang menentukan takdir mereka, melalui pilihan mereka sendiri, dan Allah telah mengatur semuanya untuk mencapai tujuan-Nya. Nubuat-nubuat yang telah diberikan oleh Sang Maha Ada dalam firman-Nya, yang menyatukan mata rantai demi mata rantai dalam rangkaian peristiwa, dari kekekalan di masa lalu hingga kekekalan di masa depan, sedang memberi tahu kita mengenai di mana kita berada hari ini dalam perjalanan zaman dan tentang apa yang dapat diharapkan di masa mendatang. Semua yang telah dinubuatkan sebagai yang akan terjadi, hingga saat ini, telah tercatat di halaman-halaman sejarah, dan kita dapat diyakinkan bahwa segala sesuatu yang akan datang akan digenapi sesuai urutannya.” —Prophets and Kings, hlm. 536.