Pelajaran Sekolah Sabat 25 April 2026

TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)

Pelajaran 17, Sabat 25 April 2026

Bacalah Laporan Misionaris dari Uni Kolombia

POHON YANG SANGAT BESAR

Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.Amsal 21:1, 2.

Tuhan Allah Yang Mahakuasa yang memerintah. Semua raja, dan segala bangsa, adalah milik-Nya, berada di bawah kekuasaan dan pemerintahan-Nya. Sumber daya-Nya adalah tiada terbatas. “Mereka yang perbuatannya menentukan nasib bangsa-bangsa, sedang diawasi dengan kewaspadaan yang tak pernah surut oleh Dia yang ‘memberikan kemenangan (keselamatan) kepada raja-raja,’ yang empunya ‘perisai-perisai bumi’. (Mazmur 144:10, 47:10).” —Review and Herald, 28 Maret 1907.

MINGGU

1. Situasi unik apakah yang terulang?

Daniel 4:4-7 Aku, Nebukadnezar, diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku; 5lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku. 6Maka aku mengeluarkan titah, bahwa semua orang bijaksana di Babel harus dibawa menghadap aku, supaya mereka memberitahukan kepadaku makna mimpi itu. 7Kemudian orang-orang berilmu, ahli jampi, para Kasdim dan ahli nujum datang menghadap dan aku menceritakan kepada mereka mimpi itu, tetapi mereka tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku.

“Sangat terganggu oleh mimpi itu, yang jelas merupakan suatu ramalan tentang kesulitan yang akan datang, raja pun menceritakan isi mimpinya kepada ‘orang-orang berilmu, ahli jampi, para Kasdim dan ahli nujum’ tetapi meskipun mimpi itu sudah sangat jelas diceritakan, tidak seorang pun dari antara orang-orang berilmu itu yang dapat menafsirkan maknanya. Sekali lagi di hadapan bangsa penyembah berhala ini, kesaksian harus diberikan bahwa hanya orang-orang yang mengasihi dan takut akan Allah saja yang dapat memahami misteri kerajaan surga.” —Prophets and Kings, hlm. 516.

SENIN

2. Siapakah yang dipanggil, dan untuk tujuan apakah?

Daniel 4:8, 9, 18 Pada akhirnya Daniel datang menghadap aku, yakni Daniel yang dinamai Beltsazar menurut nama dewaku, dan yang penuh dengan roh para dewa yang kudus. Lalu kuceritakan kepadanya mimpi itu, 9Hai Beltsazar, kepala orang-orang berilmu! Aku tahu, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus, dan bahwa tidak ada rahasia yang sukar bagimu! Sebab itu inilah riwayat penglihatan mimpi yang kudapat, maka ceritakanlah kepadaku maknanya…. 18Itulah mimpi yang telah kudapat, aku, raja Nebukadnezar; sekarang engkau, Beltsazar, katakanlah kepadaku maknanya, sebab semua orang bijaksana dari kerajaanku tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku; tetapi engkaulah yang sanggup, karena engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus!”

“Dalam kebingungannya, raja memanggil Daniel, hambanya, seorang yang dihormati karena integritas dan keteguhannya serta hikmatnya yang tiada tertandingi.” —Prophets and Kings, hlm. 516.

SELASA

3. Apakah yang dilihat raja dalam mimpinya? Bagaimana reaksi Daniel terhadap apa yang diceritakan raja kepadanya tentang mimpi itu?

Daniel 4:10-17, 19 Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; 11pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi. 12Daun-daunnya indah, buahnya berlimpah-limpah, padanya ada makanan bagi semua yang hidup; di bawahnya binatang-binatang di padang mencari tempat bernaung dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara, dan segala makhluk mendapat makanan dari padanya. 13Kemudian dalam penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu tampak seorang penjaga, seorang kudus, turun dari langit; 14ia berseru dengan nyaring, demikian katanya: Tebanglah pohon itu dan potonglah dahan-dahannya, gugurkanlah daun-daunnya dan hamburkanlah buah-buahnya! Biarlah binatang-binatang lari dari bawahnya dan burung-burung dari dahan-dahannya! 15Tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang; biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan bersama-sama dengan binatang-binatang mendapat bagiannya dari rumput di bumi! 16Biarlah hati manusianya berubah dan diberikan kepadanya hati binatang. Demikianlah berlaku atasnya sampai tujuh masa berlalu. 17Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu…. 19Lalu berdirilah Daniel yang namanya Beltsazar, tercengang beberapa saat, pikiran-pikirannya menggelisahkan dia. Berkatalah raja: “Beltsazar, janganlah mimpi dan maknanya itu menggelisahkan engkau!” Beltsazar menjawab: “Tuanku, biarlah mimpi itu tertimpa atas musuh tuanku dan maknanya atas seteru tuanku!

“Nabi itu menyadari bahwa Allah telah mempercayakan kepadanya suatu tugas yang mulia untuk menyatakan kepada Nebukadnezar hukuman yang akan menimpanya karena kesombongan dan keangkuhannya. Daniel harus menyampaikan makna mimpi itu dalam bahasa yang dapat dipahami raja; dan meskipun makna mengerikan dari mimpi itu telah membuatnya (Daniel) sempat ragu dalam keheranan yang membisu, namun ia harus menyatakan kebenaran, apa pun konsekuensinya bagi dirinya sendiri.” —Prophets and Kings, hlm. 517.

RABU

4. Apa arti mimpi itu? Apa yang Daniel mohonkan kepada raja untuk dilakukan?

Daniel 4:20-27 Pohon yang tuanku lihat itu, yang bertambah besar dan kuat, yang tingginya sampai ke langit dan yang terlihat sampai ke seluruh bumi, 21yang daun-daunnya indah dan buahnya berlimpah-limpah dan padanya ada makanan bagi semua yang hidup, yang di bawahnya ada binatang-binatang di padang dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara– 22tuankulah itu, ya raja, tuanku yang telah bertambah besar dan kuat, yang kebesarannya bertambah sampai ke langit, dan yang kekuasaannya sampai ke ujung bumi! 23Tentang yang tuanku raja lihat, yakni seorang penjaga, seorang kudus, yang turun dari langit, sambil berkata: Tebanglah pohon ini dan binasakanlah dia, tetapi biarkanlah tunggulnya ada di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang, dan biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan mendapat bagiannya bersama-sama dengan binatang-binatang di padang, hingga sudah berlaku yang demikian atasnya sampai tujuh masa berlalu– 24inilah maknanya, ya raja, dan inilah putusan Yang Mahatinggi mengenai tuanku raja: 25tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepada tuanku akan diberikan makanan rumput, seperti kepada lembu, dan tuanku akan dibasahi dengan embun dari langit; dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. 26Yang dikatakan tentang membiarkan tunggul pohon itu, berarti: kerajaan tuanku akan kembali tuanku pegang segera sesudah tuanku mengakui, bahwa Sorgalah yang mempunyai kekuasaan. 27Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!”

“Untuk sementara waktu, kesan peringatan dan nasihat nabi itu sangat kuat pada Nebukadnezar; tetapi hati yang tidak diubah oleh kasih karunia Allah segera kehilangan kesan Roh Kudus itu. Sifat mementingkan diri sendiri dan ambisi belum sepenuhnya hilang dari hati raja, dan kemudian sifat-sifat ini pun muncul kembali. Terlepas dari pengajaran yang diberikan kepadanya dengan penuh kasih karunia, dan peringatan dari pengalaman masa lalunya, Nebukadnezar sekali lagi malah membiarkan dirinya dikendalikan oleh roh iri hati terhadap kerajaan-kerajaan yang akan datang. Pemerintahannya, yang sebelumnya sebagian besar adil dan penuh belas kasihan, malah menjadi menindas. Dengan mengeraskan hatinya, ia menggunakan talenta yang diberikan Allah justru untuk kemuliaan diri sendiri, meninggikan dirinya di atas Allah yang telah memberinya hidup dan kuasa.” —Prophets and Kings, hlm. 519.

KAMIS

5. Apa yang terjadi setahun kemudian?

Daniel 4:29-33 Sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, 30berkatalah raja: “Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?” 31Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: “Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu; 32engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!” 33Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.

“Kita hidup di hari-hari terakhir sejarah bumi ini, dan kita tidak perlu terkejut dengan banyaknya kemurtadan dan penolakan terhadap kebenaran. Ketidakpercayaan kini telah menjadi bagai seni yang ditekuni manusia hingga menghancurkan jiwa mereka. Ada bahaya terus-menerus dari adanya kepura-puraan di antara para pengkhotbah di mimbar, yang kehidupan mereka bertentangan dengan kata-kata yang mereka ucapkan; tetapi suara peringatan dan nasihat akan terdengar selama waktu masih ada; dan mereka yang bersalah atas perbuatan yang seharusnya tidak pernah dilakukan, ketika ditegur atau dinasihati melalui perantara yang ditunjuk Allah, akan menolak pekabaran tersebut dan menolak untuk dikoreksi. Mereka akan terus seperti Firaun dan Nebukadnezar, sampai Allah mengambil akal sehat mereka, dan hati mereka menjadi tidak mudah dipengaruhi. Firman Allah akan datang kepada mereka; tetapi jika mereka memilih untuk tidak mendengarnya, Tuhan akan menjadikan mereka bertanggung jawab atas kehancuran mereka sendiri.” —SDA Bible Commentary, vol. 4, hlm. 1170.

JUMAT

6. Pada titik manakah penghakiman Allah atas raja berakhir? Perubahan apa yang terjadi pada pikirannya?

Daniel 4:34-36 Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun. 35Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: “Apa yang Kaubuat?” 36Pada waktu akal budiku kembali kepadaku, kembalilah juga kepadaku kebesaran dan kemuliaanku untuk kemasyhuran kerajaanku. Para menteriku dan para pembesarku menjemput aku lagi; aku dikembalikan kepada kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku.

“Raja Nebukadnezar, di hadapan siapa Daniel sering memuji nama Allah, akhirnya bertobat sepenuhnya, dan belajar untuk ‘memuji, meninggikan, dan memuliakan Raja surga.’ (Daniel 4:37).” —Review and Herald, 11 Januari 1906.

SABAT

7. Kesaksian menakjubkan apakah yang diberikan Nebukadnezar?

Daniel 4:37 Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.

“Demikianlah raja di atas takhta Babel menjadi saksi bagi Allah, memberikan kesaksiannya dengan hangat dan fasih, dari hati yang penuh syukur yang turut serta dalam belas kasihan dan kasih karunia, kebenaran dan kedamaian, dari sifat ilahi.” —The Youth’s Instructor, 13 Desember 1904.

UNTUK PELAJARAN TAMBAHAN

“Raja yang dulunya sombong itu pun telah menjadi anak Allah yang rendah hati; penguasa yang tirani dan angkuh, menjadi raja yang bijaksana dan penuh belas kasihan. Dia yang pernah menentang dan menghujat Allah di surga, kini telah mengakui kuasa Yang Mahatinggi dan dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menumbuhkan rasa takut akan Allah dan kebahagiaan rakyatnya. Di bawah teguran Dia yang adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuan, Nebukadnezar akhirnya mempelajari Pelajaran yang perlu dipelajari oleh semua penguasa—bahwa kebesaran sejati adalah terdiri dari kebaikan sejati. Ia mengakui Allah sebagai Allah yang hidup, dengan berkata, ‘Aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.’ (Daniel 4:37). Maksud Allah adalah agar kerajaan terbesar di dunia ketika itu menyatakan pujian-Nya kini telah terpenuhi. Proklamasi yang dilakukan secara terbuka dan terang-terangan ini, di mana Nebukadnezar mengakui belas kasihan, kebaikan, dan otoritas Allah, adalah perbuatan terakhir dalam hidupnya yang tercatat dalam sejarah suci.” —Prophets and Kings, hlm. 521.

***

    LAPORAN MISIONARIS DARI UNI KOLOMBIA

Untuk dibacakan pada Sabat, 25 April 2026

Kolombia, yang secara resmi dikenal sebagai Republik Kolombia, adalah negara berdaulat yang terletak di barat laut Amerika Selatan. Negara ini berbentuk negara kesatuan, sosial demokrat, dengan sistem pemerintahan presidensial yang mencakup dua badan legislatif. Ibu kotanya dan kota terpadatnya adalah Bogotá. Negara ini memiliki tiga puluh dua departemen (wilayah) yang terdesentralisasi, bersama dengan Distrik Ibu Kota Bogotá, yang menjadi tempat kedudukan pemerintah nasional.

Negara ini berbatasan dengan Samudra Atlantik di utara; dengan Venezuela dan Brasil di timur, dengan Peru dan Ekuador di selatan, dan dengan Samudra Pasifik dan Panama di sebelah baratnya. Negara ini memiliki garis pantai di Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik hingga Laut Karibia, di mana terdapat beberapa pulau, termasuk kepulauan San Andrés, Providensia, dan Santa Katalina.

Pekabaran Gerakan Pembaharuan pertama kali sampai ke Kolombia pada tahun 1940, ketika seorang pendeta Chili, Ignacio Riquelme, menetap di wilayah Tolima, di desa La Aurora, di mana pekabaran kebenaran yang asli tersebut diterima dengan baik dan jumlah pengikutnya meningkat. Pertumbuhan komunitas ini menarik perhatian pendeta Jerman Carlos Kozel, yang sedang bekerja untuki seluruh Amerika Selatan.

Perang saudara meletus di Kolombia pada tahun 1950-an; dan para jemaat, sebagaimana hal-nya yang terjadi pada gereja Kristen yang mula-mula dahulu, terpaksa berpencar ke berbagai wilayah, membawa Injil dan ajaran Advent yang Alkitabiah ke tempat-tempat baru dan mendirikan kebaktian di segala penjuru negeri. Akhirnya, pada tanggal 26 Juli 1965, kelompok jemaat baru ini pun dapat terdaftar di Kementerian Kehakiman sebagai Ladang Misi dari International Missionary Society, Gerakan Pembaharuan Advent Hari Ketujuh. Saat ini, Uni tersebut telah memiliki 1.826 anggota.

Uni Kolombia telah melakukan pekerjaan penginjilan yang luas, termasuk pendirian sekolah kejuruan dan sekolah misionaris. Selain itu, kami telah mengidentifikasi adanya kebutuhan untuk mengembangkan fasilitas di mana para anggota, staf, dan orang-orang lain yang sedang menderita kesulitan dalam hal kesehatan dapat datang untuk menerima perawatan yang alamiah.

Mengapa kita mendirikan sanatorium-sanatorium? Adalah agar orang-orang yang sakit yang datang ke sana untuk berobat dapat memperoleh kelegaan dari penderitaan fisik, dan juga dapat menerima pertolongan dalam hal rohani. Karena kondisi kesehatan mereka, mereka pun menjadi peka terhadap pengaruh pengudusan dari para misionaris medis yang bekerja untuk pemulihan mereka. Marilah kita bekerja dengan bijaksana, demi kepentingan terbaik mereka.

Kita tidak membangun sanatorium untuk menjadi hotel. Kita hanya menerima barangsiapa yang memang mau untuk mematuhi prinsip-prinsip yang benar, juga yang mau menerima makanan yang dapat kita sajikan dengan penuh kesadaran. Jika kita mengizinkan pasien untuk minum minuman keras di kamar mereka misalnya, atau jika kita menyajikan daging kepada mereka, maka kita tidak dapat memberikan bantuan yang seharusnya mereka terima dengan datang ke sanatorium kita. Kita harus menyatakan bahwa berdasarkan prinsip, kita melarang hal-hal yang demikian itu dari sanatorium kita.” —Letter 218, 1908.

Menindaklanjuti amanat yang telah diberikan oleh Allah, maka kami menemukan satu tempat di mana proyek ini dapat dikembangkan. Pada tahun 2000, dengan inisiatif dan sumbangan kecil dari jemaat-jemaat setempat di Bogotá, beberapa anggota bergabung untuk menemukan lokasi yang tepat yang dapat diakses oleh semua orang. Dengan usaha dan pengorbanan, kami pun memperoleh sebidang tanah di kotamadya Calarcá.

Ini adalah kotamadya Kolombia di berada di wilayah Quindío. Ini adalah kotamadya terpadat kedua setelah ibu kotanya, Armenia. Kota ini terletak pada ketinggian rata-rata 1.573 meter (5.161 kaki) di atas permukaan laut, dengan populasi sekitar 100.000 jiwa. Suhu berkisar antara 4ºC (39º F) hingga 22º C (72º F), tergantung pada musim dan curah hujan. Curah hujan tahunan bervariasi antara 1.700 dan 2.400 milimeter (67-94 inci), dengan kelembapan relatif tinggi sekitar 85 persen.

Lahan yang kami peroleh mencakup area seluas 11.200 meter persegi (2,75 hektar). Kami telah memperoleh semua izin yang diperlukan untuk pasokan air, saluran pembuangan, dan listrik. Tanaman pisang, pisang raja, singkong, dan alpukat sudah ada. Jalan juga sudah diaspal. Kini kami sedang dalam proses untuk memperoleh izin pembangunan gedung yang pertama. Untuk tahap proyek inilah kami memohon bantuan saudara-saudari kami di seluruh dunia untuk membantu kami demi kemuliaan Allah dalam memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan dan layanan penting lainnya.

Kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kami kepada pengurus GC saat ini karena telah memperhatikan proyek ini dan menyediakan jalan dana untuk menerima hasil dari Persembahan Istimewa yang akan dikumpulkan pada hari Sabat mendatang. Kiranya Tuhan memberkati Saudara-Saudari dan terus menginspirasi Saudara-Saudari dengan Roh-Nya untuk mendukung umat yang dipercayakan kepada kita dan membantunya berkembang.

Kiranya Tuhan juga memberkati dengan limpahnya setiap orang yang diilhami Roh Kudus untuk mempersembahkan korban mereka yang hidup!

Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.” Pengkhotbah 11:1, 2.

Terima kasih sebelumnya atas tanggapan Saudara-Saudari terhadap panggilan ini!

Saudaramu dalam Yesus Kristus, Tuhan kita,

—Alexander Linares R.

Ketua Uni Kolombia

***