TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)
Pelajaran 20, Sabat 16 Mei 2026
BINATANG BUAS DALAM NUBUATAN DAN PENGERTIANNYA
“Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya: Berkatalah Daniel, demikian: “Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, dan empat binatang besar (buas) naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.” Daniel 7:1-3.
“Kepada Daniel diberikan penglihatan tentang binatang-binatang buas, yang melambangkan kekuatan-kekuatan bumi. Namun lambang kerajaan Mesias adalah seekor domba. Sementara kerajaan duniawi memerintah dengan kekuatan fisik, Kristus hendak menghapuskan setiap senjata duniawi, dan setiap alat pemaksaan. Kerajaan-Nya akan didirikan untuk mengangkat dan memuliakan umat manusia yang telah jatuh.” —Letter 32, 1899.
| MINGGU |
1. Dalam penglihatan yang diberikan kepada Daniel, apa ciri khas dari dua binatang pertama? Kerajaan apa yang mereka wakili dari tahun 626 hingga 539 SM, dan dari tahun 539 hingga 331 SM, secara berturut-turut?
Daniel 7:4, 5 Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. 5 Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.
Yeremia 4:7 Singa telah bangkit dari belukar, pemusnah bangsa-bangsa telah berangkat, telah keluar dari tempatnya untuk membuat negerimu menjadi tandus; kota-kotamu akan dijadikan puing, tidak ada yang mendiaminya.
“Babel, yang akhirnya hancur dan remuk, lenyap karena dalam kemakmurannya para penguasanya malah menganggap diri mereka mandiri dari Allah, dan mengaitkan kemuliaan kerajaan mereka dengan pencapaian manusiawi semata. Kerajaan Media-Persia pun ditimpa murka Surga karena di dalamnya hukum Allah telah diinjak-injak. Rasa takut akan Allah tidak mendapat tempat di hati sebagian besar rakyatnya. Kejahatan, penghujatan, dan korupsi merajalela. Kerajaan-kerajaan yang menyusul kemudian bahkan lebih rendah dan lebih korup lagi; dan kerajaan-kerajaan ini semakin merosot dalam skala nilai moralnya.” —Prophets and Kings, hlm. 501.
| SENIN |
2. Bagaimana binatang simbolis ketiga dan keempat dalam penglihatan itu digambarkan, yang masing-masingnya memerintah dari tahun 336 SM hingga 323 SM, dan dari tahun 264 SM hingga 476 M? Apa yang digambarkan oleh nubuatan itu, dan apakah artinya?
Daniel 7:6, 7 Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan. 7Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.
“Demikianlah… kerajaan Yunani dan Romawi. Dan demikianlah binasanya segala sesuatu yang tidak berlandaskan pada Allah. Hanya yang terikat dengan tujuan-Nya, dan yang menyatakan tabiat-Nya saja, yang dapat bertahan. Prinsip-prinsip-Nya adalah satu-satunya hal yang teguh yang ada di dunia kita.” —Prophets and Kings, hlm. 548.
| SELASA |
3. Simbol nubuatan aneh apakah yang dilihat Daniel yang melambangkan kekuatan yang akan memerintah dari tahun 538 hingga 1798 M?
Daniel 7:8, 20, 21, 24, 25 Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong…. 20dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain. 21Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, … 24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. 25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
“Simbol ini,… melambangkan kepausan, yang menggantikan kekuasaan, kedudukan, dan otoritas yang pernah dipegang oleh kekaisaran Romawi kuno. “Kata Daniel, tentang tanduk kecil, yaitu kepausan: ‘Ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum.’ Daniel 7:25. Dan Paulus menyebut kekuasaan yang sama sebagai ‘manusia durhaka,’ (2 Tesalonika 2:3), yang akan meninggikan dirinya di atas Allah. Satu nubuat merupakan pelengkap dari nubuat lainnya. Hanya dengan mengubah hukum Allah, kepausan dapat meninggikan dirinya di atas Allah; siapa pun yang dengan pengertian menaati hukum yang telah diubah tersebut akan memberikan penghormatan tertinggi kepada kekuasaan yang melakukan perubahan itu. Tindakan ketaatan terhadap hukum kepausan seperti itu akan menjadi tanda kesetiaan kepada paus yang seharusnya menjadi milik Allah.” —The Great Controversy, hlm. 439, 446.
| RABU |
4 . Adegan apa lagi yang diperlihatkan kepada nabi?
Daniel 7:9, 10, 13, 14, 22 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. 10suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab…. 13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah…. 22sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan (hak penghakiman) diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
“Selama seribu tahun antara kebangkitan pertama dan kedua, penghakiman orang jahat terjadi. Rasul Paulus menunjukkan penghakiman ini sebagai peristiwa yang mengikuti kedatangan yang kedua kali. ‘Janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati.’ 1 Korintus 4:5. Daniel menyatakan bahwa ketika Yang Lanjut Usianya itu datang, ‘hak penghakiman diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi.’ Daniel 7:22 KJV. Pada saat ini orang-orang benar akan memerintah sebagai raja dan imam bagi Allah. Yohanes dalam kitab Wahyu menyatakan: ‘aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa (hak) untuk menghakimi.’ ‘Mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.’ Wahyu 20:4, 6. Pada saat inilah, sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh Paulus, ‘orang-orang kudus akan menghakimi dunia.’ 1 Korintus 6:2. Dalam persatuan dengan Kristus, mereka menghakimi orang-orang jahat, memeriksa perbuatan mereka dengan kitab hukum, Alkitab, dan memutuskan setiap perkara sesuai dengan perbuatan yang dilakukan selagi mereka hidup. Kemudian bagian yang harus diderita orang-orang jahat pun ditentukan setimpal dengan perbuatan mereka; dan itu dicatatkan terhadap nama mereka dalam kitab kematian.” —The Great Controversy, hlm. 660.
| KAMIS |
5. Penjelasan apakah yang diberikan kepadanya?
Daniel 7:17, 23, 24 Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi…. 23Maka demikianlah katanya: Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya. 24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.
“Roh Kudus telah memberi perlambangan kerajaan duniawi dengan simbol binatang buas yang ganas.” —Christ’s Object Lessons, hlm. 77.
“Nubuat telah menelusuri kebangkitan dan perkembangan kekaisaran-kekaisaran besar dunia—Babel, Media-Persia, Yunani, dan Romawi. Dengan masing-masing kekaisaran ini, seperti halnya bangsa-bangsa lainnya yang kurang kuat, sejarah telah berulang. Masing-masing telah mengalami masa ujiannya; masing-masing telah gagal, kejayaannya pun memudar, kekuasaannya lenyap, dan tempatnya digantikan oleh yang lain.” —Education, hlm. 176.
| JUMAT |
6 . Apa hubungan nubuat antara Patung dalam Daniel 2 dengan binatang-binatang buas dalam Daniel 7?
Daniel 2:32, 33; 7:3 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, 33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat…. 7:3dan empat binatang besar (buas) naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.
“Ratusan tahun sebelum bangsa-bangsa tertentu muncul di panggung sejarah, Yang Mahatahu telah melihat ke masa depan dan meramalkan kebangkitan dan kejatuhan kerajaan-kerajaan penguasa. Allah menyatakan kepada Nebukadnezar bahwa kerajaan Babel akan runtuh, dan kerajaan kedua akan muncul, yang juga akan mengalami masa pencobaan. Karena gagal memuliakan Allah yang sejati, kemuliaannya akan memudar, dan kerajaan ketiga akan menggantikannya. Kerajaan ini pun akan lenyap; dan kerajaan keempat, yang sekuat besi, akan menaklukkan bangsa-bangsa di dunia.” —Prophets and Kings, hlm. 501.
| SABAT |
7 . Bagaimanakah kedua nubuatan itu berkaitan dengan apa yang terjadi di dunia keagamaan saat ini?
Daniel 7:25 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
“ ‘Kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.’ Dan, nabi juga menyatakan, ‘satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya.’… Empat puluh dua bulan adalah sama dengan ‘satu masa dan dua masa dan setengah masa,’ tiga setengah masa, atau 1260 hari, dari Daniel 7—Masa di mana kekuasaan kepausan menindas umat Allah. Periode ini, seperti yang dinyatakan dalam pasal-pasal sebelumnya, adalah dimulai dengan supremasi kekuasaan kepausan, pada tahun 538 M, dan berakhir pada tahun 1798. Pada saat itu paus ditawan oleh tentara Prancis, kekuasaan kepausan menerima luka yang mematikan, dan nubuat itu pun terpenuhi, ‘Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan.’ (Wahyu 13:5, 3, 10).” —The Great Controversy, hlm. 439.
| UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN |
“Di masa lalu, Tuhan Allah di surga mengungkapkan rahasia-Nya kepada para nabi-Nya, dan Dia masih melakukannya hingga kini. Masa kini dan masa depan sama-sama jelas bagi-Nya, dan Dia menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya sejarah masa depan tentang apa yang akan terjadi. Yang Mahatahu melihat ke masa depan dan menubuatkannya melalui para nabi-Nya tentang kebangkitan dan kejatuhan kerajaan ratusan tahun sebelum peristiwa yang dinubuatkan itu terjadi. Suara Allah terus bergema sepanjang zaman, memberi tahu penduduk bumi, apa yang akan terjadi. Raja dan pangeran menempati tempat mereka pada waktu yang telah ditentukan. Mereka berpikir mereka sedang menjalankan tujuan mereka sendiri, tetapi sebenarnya mereka sedang memenuhi firman yang telah diberikan Allah melalui para nabi-Nya.…” —Christ Triumphant, hlm. 327.