Pelajaran Sekolah Sabat 6 Juni 2026

TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)

Pelajaran 23, Sabat 6 Juni 2026

DATANGNYA
SESOSOK MANUSIA

Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Efesus 6:12.

Konflik antara kebaikan dan kejahatan masih terus berlangsung dari hari ke hari. Mengapa mereka yang memiliki banyak kesempatan dan keuntungan malah tidak menyadari intensitas pekerjaan ini? Mereka harus cerdas dalam hal ini. Allah adalah Penguasa. Dengan kekuasaan-Nya yang tertinggi, Dia sedang mengendalikan dan mengawasi para penguasa duniawi. Melalui perantara-perantara-Nya, Dia sedang melakukan pekerjaan yang telah ditetapkan sebelum penciptaan dunia.” —Letter 201, 1899.

MINGGU

1. Mengikuti teladan Daniel, apakah yang harus dilakukan seseorang ketika dihadapkan pada keadaan yang secara manusiawi tidak dapat dipecahkan?

Daniel 10:1, 2 Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel yang diberi nama Beltsazar; firman itu benar dan mengenai kesusahan yang besar. Maka dicamkannyalah firman itu dan diperhatikannyalah penglihatan itu. 2Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh.

Ezra 1:1-5 Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: 2“Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. 3Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem. 4Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem.” 5Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.

“Hanya sebagian kecil yang memilih untuk kembali dari Babel; dan sekarang, ketika mereka melakukan pekerjaan yang tampaknya di luar kemampuan mereka, tetangga terdekat mereka datang dengan tawaran bantuan. Orang Samaria merujuk pada penyembahan mereka kepada Allah yang benar, dan menyatakan keinginan untuk berbagi hak istimewa dan berkat yang terkait dengan pelayanan bait suci. ‘Kami mencari Allahmu, seperti yang kamu lakukan (kamipun berbakti kepada Allahmu sama seperti kamu),’ kata mereka. ‘Biarlah kami turut membangun bersama-sama dengan kamu.’ (Ezra 4:2). Tetapi seandainya para pemimpin Yahudi menerima tawaran bantuan ini, berarti mereka akan membuka pintu bagi masuknya penyembahan berhala. Mereka menyadari ketidakjujuran orang Samaria. Mereka menyadari bahwa bantuan yang diperoleh melalui persekutuan dengan orang-orang ini tidak akan berarti apa-apa dibandingkan dengan berkat yang dapat mereka harapkan untuk terima dengan mengikuti perintah-perintah Allah yang jelas.” —Prophets and Kings, hlm. 568.

SENIN

2. Apakah yang dilihat Daniel, dan apakah yang terjadi pada orang-orang yang bersamanya?

Daniel 10:4-7 Pada hari kedua puluh empat bulan pertama, ketika aku ada di tepi sungai besar, yakni sungai Tigris, 5kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. 6Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak. 7Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi.

“Tidak kurang daripada sosok Anak Allah, yang menampakkan diri kepada Daniel. Gambaran ini mirip dengan yang diberikan oleh Yohanes ketika Kristus menyatakan diri kepadanya di Pulau Patmos. Tuhan kita ini ketika itu datang bersama utusan surgawi lainnya untuk mengajari Daniel tentang apa yang akan tejadi di akhir zaman.”

“Pengetahuan ini diberikan kepada Daniel dan dicatat melalui Ilham Firman-Nya bagi kita yang hidup pada akhir zaman.” —Review and Herald, 8 Februari 1881.

SELASA

3. Apakah yang menjadi perhatian besar Nabi, dan penjelasan apakah yang diberikan kepadanya?

 Daniel 10:10-14 Tetapi ada suatu tangan menyentuh aku dan membuat aku bangun sambil bertumpu pada lutut dan tanganku. 11Katanya kepadaku: “Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu.” Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar. 12Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. 13Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. 14Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu.”

“Dari sini kita dapat melihat bahwa para utusan surgawi harus menghadapi rintangan sebelum maksud Allah dapat terpenuhi pada waktunya. Raja Persia dikendalikan oleh malaikat jahat yang paling jahat. Ia menolak, seperti Firaun, untuk menaati firman Allah. Gabriel menyatakan, “Ia menentangku selama dua puluh satu hari dengan tuduhannya terhadap orang-orang Yahudi.” Tetapi Mikhael datang menolongnya, dan kemudian ia tinggal bersama raja-raja Persia, menahan kekuatan-kekuatan itu, memberikan nasihat yang benar melawan nasihat yang jahat. Malaikat baik dan jahat sedang mengambil bagian dalam pelaksanaan rencana Allah di kerajaan-Nya di bumi. Adalah tujuan Allah untuk melanjutkan pekerjaan-Nya dengan cara yang benar, yakni dengan cara yang akan memajukan kemuliaan-Nya. Tetapi Setan selalu berusaha untuk menggagalkan tujuan Allah. Hanya dengan merendahkan diri di hadapan Allah saja, maka hamba-hamba Allah dapat memajukan pekerjaan-Nya. Mereka tidak boleh bergantung pada usaha diri mereka sendiri atau pada penampilan lahiriah untuk meraih kesuksesan.” —Letter 201, 1899.

RABU

4. Bagaimanakah kondisi umat Allah di Yerusalem memengaruhi baik Surga maupun Daniel?

Daniel 10:15-17 Ketika dikatakannya hal ini kepadaku, kutundukkan mukaku ke tanah dan aku terkelu. 16Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: “Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. 17Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?”

“Tanpa kenal lelah dalam perlawanan mereka, orang-orang Samaria ‘melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun. Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka.’ Ezra 4:4, 5. Dengan laporan-laporan palsu mereka membangkitkan kecurigaan di benak orang-orang yang mudah curiga. Tetapi selama bertahun-tahun kekuatan jahat itu terkendali, dan orang-orang di Yudea memiliki kebebasan untuk melanjutkan pekerjaan mereka.” —Prophets and Kings, hlm. 571.

KAMIS

5. Konflik apakah yang diwahyukan kepada nabi?

 Daniel 10:18-21 Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan, 19dan berkata: “Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!” Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: “Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan.” 20Lalu katanya: “Tahukah engkau, mengapa aku datang kepadamu? Sebentar lagi aku kembali untuk berperang dengan pemimpin orang Persia, dan sesudah aku selesai dengan dia, maka pemimpin orang Yunani akan datang. 21Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu.

“Dalam Firman Allah, kita memiliki contoh-contoh tentang kuasa-kuasa surgawi yang bekerja di dalam pikiran raja dan penguasa, sementara pada saat yang sama kuasa-kuasa setan juga sedang bekerja di dalam pikiran mereka. Tidak ada kefasihan manusia, dalam pendapat-pendapat manusia yang diungkapkan dengan tegas, yang dapat mengubah pekerjaan kuasa-kuasa setan. Setan terus-menerus berusaha menghalangi jalan, sehingga kebenaran akan dibatasi oleh tipu daya manusia; dan mereka yang memiliki terang dan pengetahuan berada dalam bahaya terbesar kecuali mereka terus-menerus mengabdikan diri kepada Allah, merendahkan diri, dan menyadari bahaya zaman ini. Makhluk-makhluk surgawi telah ditunjuk untuk menjawab doa-doa mereka yang bekerja tanpa pamrih untuk kepentingan maksud Allah. Malaikat-malaikat tertinggi di istana surgawi ditunjuk untuk mengabulkan doa-doa yang naik kepada Allah untuk kemajuan pekerjaan Allah. Setiap malaikat memiliki tugas khusus yang tidak boleh ditinggalkannya untuk tempat lain. Jika ia pergi, kekuatan kegelapan akan mendapatkan keuntungan.” —Letter 201, 1899.

JUMAT

6. Seberapa pentingnyakah untuk mengetahui bahwa Tuhan Maha Tahu dan akan selalu campur tangan sesuai dengan kehendak-Nya?

Mazmur 33:13-15 TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; 14dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. 15Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.

“Dalam catatan sejarah manusia, pertumbuhan bangsa-bangsa, kebangkitan dan kejatuhan kerajaan-kerajaan, tampak bergantung pada kehendak dan kemampuan manusia. Pembentukan peristiwa tampaknya, sebagian besar, ditentukan oleh kekuatan, ambisi, atau keinginan manusia semata. Tetapi, dalam firman Allah, tirai itu disingkirkan, dan kita dapat melihat, di balik, di atas, dan melalui segala permainan dan pertentangan kepentingan, kekuasaan, dan nafsu manusia, campur tangan Sang Maha Pengasih, yang diam-diam namun sabarlah yang sedang menjalankan rencana kehendak-Nya sendiri.” —Education, hlm. 173.

SABAT

7. Kepada jaminan apakah setiap orang yang berjiwa rohani akan selalu berpegang teguh?

Mazmur 46:2-4 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. 3Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; 4sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.

“Sejarah bangsa-bangsa yang satu demi satu menduduki waktu dan tempat yang telah ditentukan bagi mereka, yang tanpa sadar menjadi saksi kebenaran yang maknanya tidak mereka ketahui sendiri, sedang berbicara kepada kita. Kepada setiap bangsa dan setiap pribadi yang ada, saat ini, Allah telah menetapkan tempat dalam rencana-Nya yang agung. Saat ini manusia dan bangsa-bangsa sedang diuji dan diukur dengan alat ukur di tangan Dia yang tidak pernah salah. Semua orang sedang menentukan takdir mereka melalui pilihan mereka sendiri, dan Allah sedang mengatur semuanya untuk mencapai tujuan-Nya.

“Sejarah yang telah ditandai oleh Sang Maha Ada dalam firman-Nya, yang menyatukan mata rantai demi mata rantai dalam rangkaian peristiwa nubuatan, dari kekekalan di masa lalu hingga kekekalan di masa depan, sedang memberi tahu kita di mana kita berada saat ini dalam perjalanan zaman, dan tentang apa yang dapat diharapkan di masa mendatang. Semua yang telah dinubuatkan sebagai yang akan terjadi, hingga saat ini, telah tercatat di halaman-halaman sejarah, dan kita dapat diyakinkan bahwa segala sesuatu yang akan datang akan digenapi sesuai urutannya.” —Education, hlm. 178.

 UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN

Sebagai umat, kita masih belum memahami sebagaimana semestinya konflik besar yang sedang terjadi antara kekuatan-kekuatan yang tak kasat mata, pertentangan yang terjadi antara malaikat yang setia dengan yang tidak setia. Malaikat jahat terus-menerus bekerja, merencanakan serangan mereka, mengendalikan pasukan manusia yang tidak setia sebagai komandan, raja, dan penguasa…. Saya berseru kepada para hamba Kristus untuk menekankan kepada semua orang yang berada dalam jangkauan suara mereka, kebenaran tentang pelayanan malaikat. Jangan mendengarkan khayalan semata. Firman yang tertulis adalah satu-satunya keselamatan kita. Kita harus berdoa seperti Daniel, agar kita dijaga oleh makhluk-makhluk surgawi. Sebagai roh-roh yang melayani, para malaikat telah diutus untuk melayani mereka yang akan menjadi ahli waris keselamatan. Berdoalah, saudara-saudaraku, berdoalah seperti yang belum pernah kalian lakukan sebelumnya. Kita masih belum siap untuk kedatangan Tuhan. Kita perlu melakukan pekerjaan yang sungguh dan menyeluruh untuk kehidupan yang kekal.” —Letter 201, 1899.

***