Pelajaran Sekolah Sabat 30 Mei 2026

TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)

Pelajaran 22, Sabat 30 Mei 2026

PENJELASAN YANG DITUNDA

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,” Yohanes 5:39.

“Malaikat itu diutus kepada Daniel dengan tujuan khusus yakni untuk menjelaskan kepadanya poin yang ia gagal pahami dalam penglihatan di pasal kedelapan, tentang pernyataan yang berkaitan dengan waktu—‘sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi; lalu tempat kudus akan dibersihkan.’ Setelah menyuruh Daniel ‘camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu,’ perkataan malaikat itu selanjutnya adalah: ‘Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus.’ (Daniel 8:14; 9:23, 24).” —The Great Controversy, hlm. 326.

MINGGU

1. Apakah yang terutama menarik perhatian Daniel?

Daniel 9:1, 2 Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim, 2pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.

“Jadi, sementara mereka yang tetap setia kepada Allah di tengah-tengah Babel sedang mencari Allah dan mempelajari nubuat-nubuat yang meramalkan pembebasan mereka, maka Allah pun sedang mempersiapkan hati raja-raja untuk menunjukkan kemurahan kepada umat-Nya yang bertobat.” —Review and Herald, 21 Maret 1907.

SENIN

2. Apakah yang dia lakukan? Mengapa?

Daniel 9:3-5, 18, 19 Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. 4Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: “Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! 5Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu,… 18Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. 19Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!”

“Contoh doa dan pengakuan akan dosa Daniel diberikan untuk menjadi pengajaran dan dorongan bagi kita. Selama hampir tujuh puluh tahun, Israel berada dalam penawanan. Tanah yang telah dipilih Allah sebagai milik-Nya sendiri telah diberikan ke tangan bangsa-bangsa kafir. Kota yang dikasihi, penerima terang Surga, yang dulunya merupakan sukacita seluruh bumi, kini dihina dan direndahkan. Bait Suci yang pernah berisi tabut perjanjian Allah dan kerub-kerub kemuliaan yang menaungi takhta belas kasihan, telah hancur. Lokasinya sendiri dinodai oleh kaki-kaki yang tidak kudus. Orang-orang yang setia yang mengetahui kemuliaan terdahulu dipenuhi dengan kesedihan atas kehancuran rumah suci yang telah membedakan Israel sebagai umat pilihan Allah. Orang-orang ini telah menjadi saksi kecaman Allah karena dosa-dosa umat-Nya. Mereka telah menjadi saksi penggenapan firman ini. Mereka juga telah menjadi saksi janji-janji kasih karunia-Nya jika Israel kembali kepada Allah, dan berjalan dengan bijaksana di hadapan-Nya. Para peziarah tua berambut abu-abu pergi ke Yerusalem Mereka berdoa di tengah reruntuhannya. Mereka mencium batu-batunya, dan membasahinya dengan air mata mereka, sambil memohon kepada Allah agar mengasihani Sion, dan menutupinya dengan kemuliaan kebenaran-Nya. Daniel tahu bahwa waktu yang ditetapkan untuk penawanan Israel hampir berakhir; tetapi ia tidak merasa bahwa karena Allah telah berjanji untuk membebaskan mereka, maka mereka sendiri tidak perlu berperan. Dengan berpuasa dan menyesal akan dosa ia mencari Tuhan, mengakui dosa-dosanya sendiri dan dosa-dosa umat itu.” —Review and Herald, Februari 9, 1897.

SELASA

3 . Bagaimana Tuhan menanggapi kerinduan besar Daniel?

Daniel 9:20-23; 8:26, 27 Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku, 21sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. 22Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: “Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti. 23Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu! … 8:26Adapun penglihatan tentang petang dan pagi itu, apa yang dikatakan tentang itu adalah benar. Tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu, sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh.” 27Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.

“Namun Allah telah memerintahkan utusan-Nya: ‘Buatlah orang ini memahami penglihatan itu.’ (Daniel 8:16). Perintah itu harus dipenuhi. Sebagai ketaatan terhadap perintah itu, malaikat itu, beberapa waktu kemudian, kembali kepada Daniel, berkata: ‘sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti’ ‘Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu’ (Daniel 9:22-23) … Ada satu poin penting dalam penglihatan pasal 8 yang belum dijelaskan; yaitu, yang berkaitan dengan waktu—periode 2300 hari; oleh karenanya, dalam melanjutkan penjelasannya, malaikat itu terutama membahas tentang perhitungan waktu itu.” —The Great Controversy, hlm. 325.

RABU

4. Penjelasan apakah yang diterima nabi itu?

Daniel 9:24 Tujuh puluh kali tujuh masa (tujuh puluh minggu) telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.

“Kata yang diterjemahkan di sini sebagai ‘ditetapkan’ secara harfiah berarti ‘dipotong atau dipisahkan.’ Tujuh puluh minggu, yang mewakili 490 tahun, dinyatakan oleh malaikat sebagai periode yang dipisahkan, khususnya bagi orang Yahudi. Tetapi dari apa mereka dipisahkan? Karena 2300 hari adalah satu-satunya periode waktu yang disebutkan dalam pasal 8, maka itu pasti merupakan periode dari mana tujuh puluh minggu itu dipisahkan; oleh karena itu, tujuh puluh minggu harus menjadi bagian dari 2300 hari, dan bahwa kedua periode tersebut dimulai bersamaan. Dinyatakan oleh malaikat bahwa, tujuh puluh minggu adalah dimulai dari saat perintah untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem dikeluarkan. Jika tanggal perintah ini dapat ditemukan, maka titik awal untuk periode besar 2300 hari akan dapat dipastikan.” —The Great Controversy, hlm. 326.

KAMIS

5. Angka-angka apa sajakah yang disebutkan secara spesifik dalam penjelasan yang diberikan malaikat kepadanya?

Daniel 9:25-27 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa (enam puluh dua minggu) lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. 26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. 27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa (satu minggu). Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.

“Dekrit Artahsasta mulai berlaku pada musim gugur tahun 457 SM. Dari tanggal ini, 483 tahun terbentang hingga musim gugur tahun 27 M…. Pada waktu itu nubuat ini digenapi. Kata ‘Mesias’ berarti ‘Yang Diurapi.’ Pada musim gugur tahun 27 M, Kristus dibaptis oleh Yohanes dan menerima pengurapan Roh…. ‘Dan Ia akan meneguhkan perjanjian dengan banyak orang selama satu minggu.’ (Daniel 9:27 KJV). ‘Minggu’ yang dimaksud di sini adalah minggu terakhir dari tujuh puluh minggu; yaitu tujuh tahun terakhir dari periode yang secara khusus dialokasikan untuk orang Yahudi. Selama waktu ini, yang berlangsung dari tahun 27 M hingga 34 M, Kristus, pertama-tama secara pribadi dan kemudian melalui murid-murid-Nya, menyampaikan undangan Injil secara khusus kepada orang Yahudi.

“‘Pada pertengahan tujuh masa itu (ditengah minggu itu) Ia akan menghentikan korban dan persembahan.’ (Daniel 9:27). Pada tahun 31 M, tiga setengah tahun setelah baptisan-Nya, Tuhan kita disalibkan. Dengan adanya korban besar yang dipersembahkan di Kalvari, maka berakhirlah sistem persembahan yang selama empat ribu tahun telah menunjuk kepada Anak Domba Allah itu…. Tujuh puluh minggu, atau 490 tahun, yang secara khusus dialokasikan untuk orang Yahudi, berakhir, seperti yang telah kita lihat, pada tahun 34 M. Pada waktu itu, melalui tindakan Sanhedrin Yahudi, bangsa itu mengukuhkan penolakan mereka terhadap Injil dengan kemartiran Stefanus dan penganiayaan terhadap para pengikut Kristus. Kemudian, pekabaran keselamatan, yang tidak lagi terbatas pada umat pilihan, diberikan kepada dunia ini.” —The Great Controversy, hlm. 327, 328.

JUMAT

6. Seberapa pentingnyakah nubuatan ini?

Daniel 9:2 pada tahun pertama kerajaannya itu, aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.

“Bahkan para nabi yang dikaruniai penerangan khusus dari Roh Kudus pun tidak sepenuhnya dapat memahami makna dari wahyu yang dipercayakan kepada mereka. Maknanya akan dibukakan secara bertahap dari zaman ke zaman, sesuai dengan kebutuhan umat Allah akan pengajaran yang terkandung di dalamnya.”—The Great Controversy, hlm. 344.

SABAT

7. Apakah arti penting yang khusus dari nubuat ini bagi umat Allah yang sedang hidup di masa sekarang ini?

Daniel 8:14 Maka ia menjawab: “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar (dibersihkan).

“Sejauh ini setiap spesifikasi yakni rincian dari nubuatan ini telah terpenuhi dengan sangat jelas, dan permulaan tujuh puluh minggu telah ditetapkan tanpa keraguan pada tahun 457 SM, dan berakhir pada tahun 34 M. Dari data ini, tidak sulit untuk menemukan akhir dari 2300 hari. Tujuh puluh minggu—490 hari—telah dipotong dari 2300 hari, sehingga tersisa 1810 hari. Setelah berakhirnya 490 hari, 1810 hari masih harus digenapi. Dari tahun 34 M, 1810 tahun berlanjut hingga tahun 1844. Akibatnya, 2300 hari dalam Daniel 8:14 berakhir pada tahun 1844. Pada akhir periode nubuatan yang agung ini, berdasarkan kesaksian malaikat Allah, maka ‘tempat kudus itu akan dibersihkan.’ (Daniel 8:14).” —The Great Controversy, hlm. 328.

UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN

Demikianlah mereka yang mengikuti dalam terang firman nubuatan dapat melihat … berakhirnya 2300 hari pada tahun 1844, Kristus kemudian memasuki tempat mahakudus di bait suci surgawi untuk melakukan pekerjaan penebusan terakhir sebagai persiapan kedatangan-Nya. “Terlihat juga bahwa sementara persembahan korban penebusan dosa adalah menunjuk kepada Kristus sebagai korban, dan imam besar adalah  melambangkan Kristus sebagai perantara, maka kambing jantan adalah melambangkan Setan, penyebab dosa, kepada siapa dosa-dosa orang yang benar-benar bertobat pada akhirnya akan diletakkan. Ketika imam besar, dengan darah persembahan penebusan dosa, menyingkirkan dosa-dosa dari tempat kudus, ia menempatkannya pada kambing jantan. Ketika Kristus, dengan darah-Nya sendiri, menyingkirkan dosa-dosa umat-Nya dari tempat kudus surgawi pada akhir pelayanan-Nya, Ia akan menempatkannya pada Setan, yang, dalam pelaksanaan penghakiman, harus menanggung hukuman terakhir. Kambing jantan kemudian diusir ke negeri yang tidak berpenghuni, dan tidak akan pernah kembali lagi ke jemaat Israel. Demikian pula Setan akan diusir selamanya dari hadirat Allah dan umat-Nya, dan ia akan dihapuskan dari keberadaan dalam penghancuran terakhir dosa dan orang berdosa.” —The Great Controversy,