Pelajaran Sekolah Sabat 29 Agustus 2026

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL

PELAJARAN 9 – SABAT, 29 AGUSTUS 2026

Persembahan Sekolah Sabat Istimewa untuk MALAYSIA

Tuhan kiranya melipatgandakan persembahanmu yang murah hati!

KITAB HOSEA

“AKANKAH TUHAN MEMBERI MEREKA MAKAN SEKARANG?”

“Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.”  Hosea 1:1.

“Tindakan penyembahan berhala Ahas, di tengah seruan sungguh-sungguh para nabi, hanya dapat berujung pada satu hal. ‘Murka Tuhan menimpa Yehuda dan Yerusalem, dan Ia … menyerahkan mereka kepada kesusahan, kengerian, dan kepada cemoohan.’ 2 Tawarikh 29:8. Kerajaan itu mengalami kemunduran yang cepat, dan keberadaannya segera terancam oleh pasukan penyerang.” –Prophets and Kings, hlm. 327.

MINGGU

1 . Perintah aneh apakah yang diterima nabi Hosea dari Tuhan? Pekabaran penting apakah yang disampaikannya?

Hosea 1:2; 2:12 Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.” 2:12Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku,” demikianlah firman TUHAN.

Efesus 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.

“Pernikahan, sebagai satu ikatan seumur hidup, adalah simbol persatuan antara Kristus dan jemaat-Nya. Roh yang ditunjukkan Kristus kepada jemaat adalah roh yang juga harus ditunjukkan suami dan istri kepada satu sama lain.” –Counsels for the Church, hlm. 127.

“Ketidaksetiaan jemaat kepada Kristus karena membiarkan kepercayaan dan kasih sayangnya berpaling dari Dia, dan membiarkan cinta akan hal-hal duniawi memenuhi jiwa, disamakan dengan pelanggaran sumpah pernikahan. Dosa Israel karena menjauh dari Tuhan digambarkan dengan kiasan ini; dan kasih Allah yang luar biasa yang mereka hina digambarkan dengan menyentuh hati… ‘Seperti seorang istri yang berkhianat meninggalkan suaminya, demikianlah kamu berkhianat kepada-Ku, hai kaum Israel,’ firman Tuhan; ‘seperti seorang istri yang berzina, yang mengambil orang asing sebagai pengganti suaminya!’ Yehezkiel 16:8, 13-15, 32; Yeremia 3:20 KJV.” –The Great Controversy, hlm. 381.

SENIN

2. Seberapa tak terpahaminya-kah kasih Allah kepada umat-Nya, baik di masa lalu maupun sekarang?

Hosea 2:13-15 “Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. 14Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir. 15Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!

“‘O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!’ Roma 11:33.

“Melalui kasih karunia Kristuslah kita menerima setiap berkat. Melalui karunia itu, setiap hari datang kepada kita aliran kebaikan Allah yang tak pernah berhenti. Setiap bunga, dengan warna-warna lembut dan keharumannya, diberikan untuk kita nikmati melalui satu Karunia itu. Matahari dan bulan diciptakan oleh-Nya. Tidak ada bintang yang memperindah langit yang tidak diciptakan-Nya. Setiap tetes hujan yang jatuh, setiap sinar cahaya yang menerangi dunia kita yang tidak bersyukur ini, menjadi bukti kasih Allah dalam Kristus. Segala sesuatu disediakan bagi kita melalui satu Karunia yang tak terkatakan, yakni Anak Allah yang Tunggal. Ia telah dipaku di kayu salib agar semua karunia ini dapat mengalir ke dalam karya Allah.” –The Ministry of Healing, hlm. 424.

SELASA

3. Bagaimanakah nabi menggambarkan hubungan yang tidak harmonis antara Allah dan umat-Nya? Namun demikian, apa yang akhirnya akan terjadi?

Hosea 3:1-5 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.” 2Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai. 3Aku berkata kepadanya: “Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau.” 4Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim. 5Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

“Sejak awal pertentangan besar, maksud Setan adalah untuk memutarbalikkan tabiat Allah dan membangkitkan pemberontakan terhadap hukum-Nya, dan pekerjaan ini tampaknya telah berhasil. Banyak orang yang mendengarkan tipu daya Setan dan menentang Allah. Tetapi di tengah-tengah pekerjaan kejahatan ini, maksud Allah terus bergerak maju menuju penggenapannya; kepada semua makhluk ciptaan, Dia menyatakan keadilan dan kemurahan-Nya. Melalui godaan Setan, seluruh umat manusia telah menjadi pelanggar hukum Allah, tetapi melalui pengorbanan Anak-Nya, jalan terbuka bagi mereka untuk kembali kepada Allah. Melalui kasih karunia Kristus, mereka dapat dimampukan untuk taat kepada hukum Bapa. Demikianlah di setiap zaman, dari tengah-tengah kemurtadan dan pemberontakan, Allah mengumpulkan umat yang setia kepada-Nya—yakni satu umat yang ‘di dalam hatinya ada pengajaran-Nya (hukum-Nya).’ Yesaya 51:7.” –Patriarchs and Prophets, hlm. 338.

RABU

4. Pernyataan mengenaskan apakah yang Allah sampaikan tentang umat-Nya? Bagaimana hal ini tepat juga dengan kondisi dunia saat ini?

Hosea 4:6, 1-3 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah (kurang pengetahuan); karena engkaulah yang menolak pengenalan (pengetahuan) itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. 1… sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan (pengetahuan) akan Allah di negeri ini. 2Hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah. 3Sebab itu negeri ini akan berkabung, dan seluruh penduduknya akan merana; juga binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, bahkan ikan-ikan di laut akan mati lenyap.

“Pelanggaran hampir mencapai batasnya. Kekacauan memenuhi dunia, dan teror besar akan segera menimpa umat manusia. Akhir zaman sudah sangat dekat. Kita yang mengetahui kebenaran harus bersiap menghadapi apa yang akan segera menerjang dunia sebagai kejutan yang luar biasa.” –Evangelism, hlm. 623.

KAMIS

5. Bagaimana umat mencerminkan para pemimpin mereka, dan demikian juga sebaliknya?

Hosea 4:9; 5:1, 10 Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya. 5:1 Dengarlah ini, hai para imam, perhatikanlah, hai kaum Israel, dan pasanglah telinga, hai keluarga raja! Sebab mengenai kamulah penghukuman itu, karena kamu telah menjadi perangkap bagi Mizpa, dan jaring yang dikembangkan di atas gunung Tabor. 10Para pemuka Yehuda adalah seperti orang-orang yang menggeser batas; ke atas mereka akan Kucurahkan gemas-Ku (murka-Ku) seperti air.

“Kesalahan para pemimpin di Israel ini tidak seperti kesalahan orang berdosa biasa. Orang-orang ini terikat pada kewajiban yang paling khidmat kepada Tuhan. Mereka telah berjanji untuk mengajarkan ‘Demikianlah firman Tuhan’ dan menerapkan ketaatan yang ketat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Namun, bukannya melakukan hal itu, mereka malah memutarbalikkan Firman-Nya.” –Christ’s Object Lessons, hlm. 292.

JUMAT

6. Apakah yang biasanya Allah perbuat ketika kemurtadan terus berkembang?

Hosea 5:13-15 Ketika Efraim melihat penyakitnya, dan Yehuda melihat bisulnya, maka pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja ‘Agung’. Tetapi iapun tidak dapat menyembuhkan kamu dan tidak dapat melenyapkan bisul (luka) itu dari padamu. 14 Sebab Aku ini seperti singa bagi Efraim, dan seperti singa muda bagi kaum Yehuda. Aku, Aku ini akan menerkam, lalu pergi, Aku akan membawa lari dan tidak ada yang melepaskan. 15 Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku.

“Allah tidak akan menerima apa pun selain penyerahan diri yang sepenuhnya yakni yang tanpa syarat. Orang Kristen yang setengah hati dan berdosa tidak akan pernah bisa masuk ke surga. Di sana mereka tidak akan menemukan kebahagiaan, karena mereka tidak terbiasa dengan prinsip-prinsip luhur dan kudus yang mengatur anggota keluarga kerajaan-Nya itu. Orang Kristen sejati akan menjaga jendela jiwanya untuk tetap terbuka ke arah surga. Ia hidup dalam persekutuan dengan Kristus. Kehendaknya disesuaikan dengan kehendak Kristus. Keinginannya yang tertinggi hanyalah untuk semakin menjadi seperti Kristus.” –The Review and Herald, 16 Mei 1907.

SABAT

7 . Namun, apakah yang Allah kehendaki? Bagaimana Dia hendak mewujudkannya?

Hosea 6:1-3 “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. 2Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. 3Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

“Di mana pun firman Allah diberitakan dengan setia, hasilnya selalu akan membuktikan asal-usulnya yang ilahi. Roh Allah menyertai pekabaran hamba-hamba-Nya, dan firman itu penuh kuasa. Orang-orang berdosa merasakan hati nurani mereka tergerak. ‘Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia’ (Yohanes 1:9), menerangi ruang-ruang rahasia jiwa mereka, dan hal-hal yang tersembunyi dalam kegelapan akan dinyatakan. Pertobatan yang mendalam menguasai pikiran dan hati mereka. Mereka pun diyakinkan akan dosa, kebenaran, dan penghakiman yang akan datang. Mereka merasakan kebenaran Allah dan merasakan ketakutan untuk tampil, dalam kesalahan dan kenajisan mereka, di hadapan Penyelidik hati. Dengan penuh kesengsaraan mereka pun berseru: ‘Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?’ (Roma 7:24).” –A New Life, hlm. 6.

PEMBELAJARAN TAMBAHAN

Tidak ada bukti pertobatan sejati kecuali jika pertobatan itu menghasilkan perubahan. Jika ia kembali pada perjanjiannya, dan mengembalikan apa yang telah dicurinya, serta mengakui dosa-dosanya, dan mengasihi Allah dan sesamanya, barulah orang berdosa dapat yakin bahwa ia telah menemukan kedamaian dengan Allah. Demikianlah juga dampak yang terjadi pada masa-masa kebangkitan rohani di masa lalu. Dengan melihat dari buahnya, maka barulah hal itu dikenal sebagai berkat Allah dalam keselamatan manusia dan peningkatan martabat kemanusiaan.” –A New Life, hlm. 7.

***

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL