PELAJARAN SEKOLAH SABAT SEMESTER KEDUA TAHUN 2026
TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL (MINOR PROPHETS)
DAFTAR ISI
Pendahuluan
1. “Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu?”
2. “Siapakah yang dapat menahannya?”
3. “Apakah sangkut pautmu dengan Aku?”
4. “Dari bangsa manakah engkau?”
5. “Layakkah engkau?”
6. “Siapakah yang sanggup menjatuhkan Aku?”
7. “… Apakah yang dikehendaki Tuhan daripadamu?”
8. “Adakah lagi orang bersama-sama engkau?”
Laporan misionaris dari Daerah Malaysia
9. “Akankah Tuhan memberi mereka makan sekarang?”
10. “Apa yang harus Aku lakukan kepadamu?”
11. “Bagaimana mungkin Aku membiarkan engkau?”
12. “Siapakah yang tahan?”
13. “… Seperti inikah tindakan-Nya?”

PENDAHULUAN
Dua Belas Nabi, yang sering disebut “kecil” karena singkatnya tulisan dalam kitab mereka dibandingkan dengan kitab Yesaya dan Yeremia yang lebih panjang, namun tetap memiliki pengaruh signifikan dalam narasi Alkitab. Pekabaran-pekabaran mereka, meskipun ringkas, sangat berdampak dan memiliki keterkaitan yang tak lekang oleh waktu yang terus bergema hingga saat ini.
Para nabi ini dikelompokkan ke dalam tiga fase berbeda, yang berlangsung dari sekitar tahun 800 hingga 400 SM. Pertama, kita menjumpai suara-suara dari periode Asyur, termasuk Hosea, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, dan Yoel. Setiap nabi menghadapi isu-isu mendesak pada zamannya, mengartikulasikan kebenaran mendalam yang bergema sepanjang zaman. Selanjutnya, kita beralih ke periode berikutnya, yang menampilkan Nahum, Habakuk, dan Zefanya. Para nabi ini dengan mahir membahas perubahan-perubahan yang bergejolak dan fenomena dilema moral pada era mereka, menawarkan wawasan yang menarik dan tetap relevan. Akhirnya, kita beralih ke pekabaran-pekabaran dari periode Persia dan seterusnya, yang diwakili oleh Hagai, Zakharia, dan Maleakhi. Kata-kata dalam kitab mereka bergema dengan tema pemulihan dan pembaharuan iman setelah pengasingan, menyampaikan seruan yang kuat untuk pembaharuan.
Mempelajari kitab para nabi ini adalah melampaui sekadar pemahaman kronologis; hal ini mencakup eksplorasi unsur-unsur tematik mendalam yang mencerminkan konteks sejarah mereka dan ajaran rohani yang masih terus menginspirasi kita dalam kehidupan kita saat ini. Saat kita menyelami ayat-ayat dalam kitab-kitab ini pada semester ini, maka kita akan mengungkap signifikansi kekal mereka dan menemukan hikmat tak ternilai yang disajikan di dalamnya, memberdayakan perjalanan rohani kita dan memperkaya pemahaman kita tentang iman.
“Kitab Suci Perjanjian Lama adalah kitab pelajaran kehidupan Israel…. Ada pelajaran yang terkait praktik kehidupan sehari-hari di dalam firman Allah… Firman itu mengajarkan prinsip-prinsip yang hidup dan kudus, yang mendorong manusia untuk berbuat kepada orang lain sebagaimana mereka ingin orang lain berbuat kepada mereka—sebagai prinsip-prinsip yang harus mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari di dunia ini, dan kemudian mereka bawa ke sekolah di atas sana. Inilah pendidikan yang lebih tinggi. Tidak ada pembelajaran yang berasal dari manusia yang dapat mencapai ketinggian ini; karena semuanya ini mencapai kekekalan, dan akan bertahan selamanya. Kita sesungguhnya masih terlalu sedikit mengetahui tentang kebesaran kasih dan belas kasihan Allah.
“Jadikan Alkitab sebagai buku pelajaran, dan lihatlah bahwa dengannya engkau akan dipenuhi dengan kasih Allah. Hatimu mungkin saja sedang tandus, akal budimu pun dapat menjadi lemah; tetapi jika engkau mau dengan sungguh-sungguh mempelajari firman Allah, maka terang akan menyinari pikiranmu. Allah sedang bekerja dengan tiap-tiap pelajar yang tekun mempelajari Alkitab…
“Saya bisa merujuk pada pasal demi pasal dalam Kitab-Kitab Perjanjian Lama yang berisi dorongan semangat yang besar. Kitab Suci ini adalah gudang harta karun yang bagai mutiara berharga, dan semua orang membutuhkannya. …
“Allah sedang menyeru makhluk ciptaan-Nya untuk mengalihkan perhatian mereka dari kebingungan dan kekacauan di sekitar mereka dan mengagumi karya tangan-Nya. Saat kita mempelajari karya-karya-Nya, maka malaikat dari surga akan berada di sisi kita untuk menerangi pikiran kita dan melindungi pikiran kita dari tipu daya Setan. Saat kita melihat pada hal-hal menakjubkan yang telah dibuat oleh tangan Allah, maka biarkanlah hati kita yang sombong dan bodoh itu dapat merasakan rasa ketergantungan dan rasa kerendahan hati. Sebab, betapa mengerikannyalah ketika pengakuan akan Allah tidak dilakukan ketika seharusnya dilakukan! Betapa sedihnya bila merendahkan diri ketika sudah terlambat!…
“Hal-hal ini telah ditulis untuk menjadi peringatan bagi kita, yang sedang hidup pada akhir zaman; …Firman Allah adalah berisi pelajaran-pelajaran yang mendidik, yang telah diberikan dalam bentuk teguran, peringatan, dorongan, dan janji-janji yang berlimpah.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hlm. 455-457.
—Departemen Penginjilan (Kependetaan) GC
TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL (MINOR PROPHETS)
***