Pelajaran Sekolah Sabat 5 September 2026

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL

PELAJARAN 10 – SABAT, 5 SEPTEMBER 2026

KITAB HOSEA

“APAKAH YANG HARUS AKU LAKUKAN KEPADAMU?”

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:2.

“Kebangunan rohani dan pembaharuan harus terjadi, di bawah pelayanan Roh Kudus. Kebangunan rohani dan pembaharuan adalah dua hal yang berbeda. Kebangunan rohani menandakan pembaharuan kehidupan rohani, pengaktifan kekuatan pikiran dan hati, kebangkitan dari kematian rohani. Pembaharuan menandakan penataan ulang, perubahan dalam gagasan dan teori, kebiasaan dan praktik dalam hidup. Pembaharuan tidak akan menghasilkan buah kebenaran yang baik kecuali jika dihubungkan dengan kebangunan rohani oleh Roh Kudus. Kebangunan rohani dan pembaharuan haruslah melakukan pekerjaan yang telah ditetapkan, dan dalam melakukan pekerjaan ini keduanya harus menyatu.” –The Review and Herald, 25 Februari 1902.

MINGGU

1 . Seberapa tidak terprediksinya-kah umat Allah yang hidup di Perjanjian Lama, dan bagaimana dengan sekarang? Bagaimana manusia berusaha menutupi kekurangan rohaninya?

Hosea 6:4-6 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. 5Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. 6Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.

“‘Mendengarkkn (ketaatan / penurutan) adalah lebih baik daripada korban.’ (1 Samuel 15:22). Sekedar persembahan korban saja tidaklah bernilai di mata Allah. Persembahan itu dimaksudkan untuk menyatakan penyesalan akan dosa dari orang yang mempersembahkannya dan menyatakan imannya kepada Kristus, serta untuk menjanjikan ketaatan kemudian kepada hukum Allah. Tetapi tanpa penyesalan akan dosa ataupun pertobatan, serta tanpa iman, dan hati yang taat, maka persembahan itu tidak akan ada nilainya.” –Conflict and Courage, hlm. 158.

SENIN

2 . Apakah sumber dari segala kejahatan? Bagaimana kondisi mengerikan seperti itu dapat dikenali?

Hosea 6:7; 7:8, 10 Tetapi mereka itu telah melangkahi perjanjian di Adam, di sana mereka telah berkhianat terhadap Aku. 7:8 Efraim mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik. 10 Kecongkakan Israel menjadi saksi terhadap dirinya, namun mereka tidak berbalik kepada TUHAN, Allah mereka, dan tidak mencari Dia kendati semuanya ini.

“Allah tidak menciptakan kejahatan, Dia hanya menciptakan kebaikan, yakni yang serupa dengan Diri-Nya. Tetapi Setan tidak akan puas bila hanya mengetahui kehendak Allah dan melakukannya. Rasa penasarannya telah meluas untuk mengetahui hal-hal yang tidak dirancang Allah untuk diketahuinya. Kejahatan, dosa, dan kematian bukanlah ciptaan Allah; itu adalah akibat dari ketidaktaatan, yang berasal dari Setan. Tetapi pengetahuan tentang kejahatan yang sekarang ada di dunia telah dibawa masuk melalui tipu daya Setan. Ini adalah pelajaran yang sangat sulit dan mahal; tetapi manusia akan mempelajarinya, dan banyak yang tidak akan pernah dapat diyakinkan bahwa adalah suatu kebahagiaan untuk tidak mengetahui jenis pengetahuan tertentu, yang muncul dari keinginan yang tidak terpenuhi dan tujuan yang tidak suci. Anak-anak Adam adalah sama penasarannya dan lancangnya sebagaimana Hawa dalam mencari pengetahuan yang terlarang. Mereka memperoleh pengalaman, pengetahuan, yang tidak pernah dirancang allah untuk mereka miliki, dan hasilnya akan, seperti yang terjadi pada orang tua pertama kita, yakni kehilangan rumah Firdaus mereka. Kapankah manusia akan mempelajari apa yang telah ditunjukkan dengan sepenuhnya di hadapan mereka ini?” –Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 503.

SELASA

3 . Apakah yang menyebabkan kemurtadan berlipat ganda di antara orang-orang baik secara berkelompok maupun pribadi?

Hosea 8:1, 3, 11-14 Tiuplah sangkakala! …, Oleh karena mereka telah melangkahi perjanjian-Ku dan telah mendurhaka terhadap pengajaran-Ku (hukum-Ku). 3Israel telah menolak yang baik… 11Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah dosa, … 12Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku (hukum-Ku), itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing 13 mereka harus kembali ke Mesir! 14(Sebab) Israel telah melupakan Pembuatnya (Penciptanya), …

“Biarlah firman Allah menjadi penuntun dan aturan hidup. Biarlah firman itu, yang menyatakan perintah-perintah-Nya yang telah dinyatakan, ditaati. Allah memanggil setiap orang untuk mengerahkan seluruh kekuatannya sebagai makhluk yang bertanggung jawab, untuk melakukan kehendak-Nya yang telah dinyatakan dengan jelas. Jika Engkau melakukan ini, maka engkau akan menunjukkannya. Bergumul dengan kekurangan tabiat bawaanmu sendiri, yang bertentangan dengan kemajuan rohani, adalah bukti bahwa engkau sedang melakukan bagianmu dalam pekerjaan itu.” —Testimonies to Ministers and Gospel Workers, hlm. 452.

RABU

4 . Bukti apa lagi yang lebih jelas yang menegaskan kondisi kemurtadan?

Hosea 10:1, 2, 4 Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah. Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala. 2Hati mereka licik, sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya: Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka. 4Mereka membual, mengangkat sumpah dusta, mengikat perjanjian, sehingga tumbuh hukum seperti pohon upas di alur-alur ladang.

“Allah memanggil umat-Nya untuk meninggikan standar. Jemaat harus menunjukkan semangat mereka untuk Allah dalam berurusan dengan orang-orang yang, meskipun mengaku beriman besar, telah mempermalukan Kristus secara terang-terangan. Mereka telah membahayakan kebenaran. Mereka telah menjadi penjaga yang tidak setia. Mereka telah membawa celaan dan kehinaan pada pekerjaan Allah. Waktunya telah tiba untuk upaya yang sungguh-sungguh dan kuat untuk membersihkan jemaat dari lumpur dan kotoran yang menodai kemurniannya. Jemaat Kristus sedang dipanggil untuk menjadi umat yang kudus dan berkuasa, sebagai perwakilan dan pujian di seluruh bumi. Telah dibuka sebuah mata air bagi Yehuda dan Yerusalem, untuk membersihkan diri dari segala kenajisan dan dosa. Ada kemunduran yang mengejutkan di antara umat Allah, yang sebenarnya telah dipercayakan kebenaran yang kudus dan suci. Imannya, pelayanannya, perbuatannya, haruslah disesuikan dengan apa yang seharusnya terjadi jika jalannya terus maju dan meningkat, sesuai dengan kasih karunia dan kebenaran kudus yang diberikan kepadanya.” –Testimonies to Ministers and Gospel Workers, hlm. 450.

KAMIS

5. Seberapa besarnyakah rahmat Allah dalam keadaan seperti itu, meskipun akibat yang akan menimpa manusia tidaklah dapat dihindari?

Hosea 10:12-15 Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan (kebenaran), menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan. 13Kamu telah membajak kefasikan, telah menuai kecurangan, telah memakan buah kebohongan. Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banyaknya pahlawan-pahlawanmu, 14maka keriuhan perang akan timbul di antara bangsamu, dan segala kubumu akan dihancurkan seperti Salman menghancurkan Bet-Arbel pada hari pertempuran: ibu beserta anak-anak diremukkan. 15Demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai kaum Israel, oleh karena dahsyatnya kejahatanmu. Pada waktu fajar akan dilenyapkan sama sekali raja Israel.

“Pengetahuan tentang keadaan orang yang murtad dari Allah tampaknya tersembunyi darinya. Apakah pelita telah dipindahkan dari tempatnya? Saya menyeru kepada semua orang yang sedang berdiam diri dalam keadaan mati rohani mereka saat ini, untuk bangkit dan berdiri dari kematian, dan Kristus akan memberi mereka terang. Banyak yang merasa puas semata-mata karena awan di siang hari dan tiang api di malam hari melindungi dan membimbing mereka. Banyak yang mengaku mengenal Allah, namun menyangkal Dia dalam perbuatan mereka. Mereka menganggap diri mereka termasuk umat pilihan Allah, yang memiliki pekabaran khusus dan khidmat yang dipercayakan kepada mereka untuk menguduskan hidup mereka dan untuk diberikan kepada dunia, namun kuasa kebenaran hampir tidak dirasakan atau diwujudkan di tengah-tengah kita dalam pekerjaan yang giat bagi Allah. Betapa besarnya kegelapan kita, dan kita tidak mengetahuinya! Terang itu tidak berkurang, tetapi kita tidak berjalan dalam sinarnya.” –Testimonies to Ministers and Gospel Workers, hlm. 450.

JUMAT

6 . Pengalaman tragis cinta tak berbalas apakah yang digambarkan oleh Hosea? Seberapa sesuainya kah pernyataan tersebut dengan keadaan di masa sekarang ini?

Hosea 11:1-3 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. 2Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung. 3Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

“‘Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.’ Yakobus 5:11. Hati-Nya yang penuh kasih tersentuh oleh kesedihan kita dan bahkan oleh ucapan-ucapan kita tentang kesedihan itu. Serahkanlah kepada-Nya segala sesuatu yang membingungkan pikiran. Tidak ada yang terlalu berat bagi-Nya untuk ditanggung, karena Dia-lah yang menopang dunia, Ia mengatur segala urusan alam semesta. Tidak ada hal yang menyangkut kedamaian kita yang terlalu kecil untuk Dia perhatikan. Tidak ada bab dalam pengalaman kita yang terlalu gelap untuk Dia baca; tidak ada kebingungan yang terlalu sulit untuk Dia uraikan. Tidak ada malapetaka yang dapat menimpa anak-anak-Nya yang paling kecil sekalipun, tidak ada kecemasan yang dapat mengganggu jiwa, tidak ada sukacita yang dapat menghibur, tidak ada doa tulus yang dapat keluar dari bibir, yang tidak diperhatikan oleh Bapa surgawi kita, atau yang tidak Dia pedulikan secara langsung.” –Steps to Christ, hlm. 100.

SABAT

7 . Upaya ilahi apakah yang seharusnya menyentuh setiap hati? Bagaimana contoh-contoh yang disajikan dalam ayat Alkitab ini harus dipahami?

Hosea 11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

“Kristus sedang menarik orang berdosa kepada diri-Nya melalui tali kasih, dan sedang berusaha untuk mempersatukan mereka dengan diri-Nya, agar mereka dapat bekerja bersama Allah, bukan dalam kesombongan dan keegoisan, tetapi dalam kelemah-lembutan dan kerendahan hati. Ketika orang berdosa bertobat, maka Allah dimuliakan di hadapan para penguasa dan kuasa langit dan bumi. Orang-orang yang bertobat ini menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat, dan bagi umat manusia. ‘Kamu adalah saksi-saksi-Ku,’ (Yesaya 43:10), kata Allah. Dengan memandang kepada-Ku, maka engkau akan diubahkan dalam tabiat. Dengan menunjukkan kesabaran dan kasih yang seperti Kristus, maka engkau akan menyatakan tentang perubahan ini.” –Reflecting Christ, hlm. 198.

PEMBELAJARAN TAMBAHAN

“Di manakah kita akan menemukan kemurnian, kebaikan, dan kekudusan di mana kita akan aman? Di manakah kandang yang tidak akan dimasuki serigala? Aku berkata kepadamu… Allah mempunyai satu tubuh yang terorganisir melalui siapa Ia akan bekerja. Mungkin ada lebih dari dua puluh orang yang seperti Yudas di antara mereka; mungkin ada juga yang seperti Petrus yang gegabah yang dalam keadaan pencobaan akan menyangkal Tuhannya; mungkin ada orang-orang yang diwakili oleh Yohanes yang dikasihi Yesus, tetapi ia mungkin masih memiliki roh yang masih ingin menghancurkan hidup manusia dengan menurunkan api dari surga atas mereka untuk membalas penghinaan terhadap Kristus dan kebenaran. Tetapi Guru Agung itu masih berusaha memberikan pelajaran-pelajaran yang memberi petunjuk tentang cara untuk memperbaiki kejahatan yang ada ini. Ia masih sedang melakukan hal yang sama sekarang ini dengan jemaat-Nya. Ia sedang menunjukkan bahaya yang mereka hadapi. Ia sedang menyampaikan kepada mereka pekabaran Laodikia.” –Reflecting Christ, hlm. 199.

***

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL