TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL
| PELAJARAN 19 – SABAT, 7 NOVEMBER 2026 |
KITAB ZAKHARIA
“APAKAH ARTI SEMUANYA INI,
YA TUHAN?”
“Dalam bulan yang kedelapan pada tahun kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, …” Zakharia 1:1.
“… Zakharia menerima serangkaian penglihatan mengenai pekerjaan Allah di bumi. Pekabaran-pekabaran ini, yang disampaikan dalam bentuk perumpamaan dan lambang, datang pada masa penuh ketidakpastian dan kecemasan, serta memiliki makna yang sangat penting bagi mereka yang sedang bergerak maju demi nama Allah Israel. Bagi para pemimpin, izin yang telah diberikan kepada orang Yahudi untuk membangun kembali nampak seperti akan segera dicabut; masa depan terlihat sangat suram. Allah melihat bahwa umat-Nya perlu dikuatkan dan dihibur melalui suatu penyataan tentang kasih dan belas kasihan-Nya yang tak terbatas.” –Prophets and Kings, hlm. 579.
| MINGGU |
1 . Apakah yang Allah minta untuk dilakukan oleh umat yang sisa saat mereka kembali ke Yerusalem setelah masa pembuangan di Babel? Apa yang kemudian akan Dia lakukan?
Zakharia 1:3 Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam, maka Akupun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.
“Maksud Allah bagi umat-Nya senantiasa sama. Ia berkehendak untuk menganugerahkan kekayaan warisan kekal kepada anak-anak manusia. Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal. Ketika mereka yang memilih untuk menjadi umat yang taat kepada Yang Mahatinggi akhirnya diselamatkan dalam kerajaan kemuliaan, maka demikianlah maksud Allah bagi umat manusia akan terlaksana sepenuhnya.” –The Review and Herald, 26 Desember 1907.
| SENIN |
2 . Jaminan apakah yang Dia berikan kepada umat-Nya yang sedang ketakutan dengan menjelaskan bahwa Dia telah menugaskan makhluk-makhluk surgawi untuk mengawasi dan melindungi mereka?
Zakharia 1:8-11; 6:5 Tadi malam aku mendapat suatu penglihatan: tampak seorang yang menunggang kuda merah! Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam jurang; dan di belakangnya ada kuda-kuda yang merah, yang merah jambu (berbintik / belang) dan yang putih. 9 Maka aku bertanya: Apakah arti semuanya ini, ya tuanku? Lalu malaikat yang berbicara dengan aku itu menjawab: Aku ini akan memperlihatkan kepadamu apa arti semuanya ini! 10 Orang yang berdiri di antara pohon-pohon murad itu mulai berbicara, katanya: Inilah mereka semua yang diutus TUHAN untuk menjelajahi bumi! 11 Berbicaralah mereka kepada Malaikat TUHAN yang berdiri di antara pohon-pohon murad itu, katanya: Kami telah menjelajahi bumi, dan sesungguhnya seluruh bumi itu tenang dan aman.. 6:5 Berbicaralah malaikat itu kepadaku: “Semuanya ini keluar ke arah keempat mata angin, sesudah mereka menghadap kepada Tuhan seluruh bumi.”
“… Elemen-elemen alam—gempa bumi, badai, dan pergolakan politik—digambarkan sedang ditahan oleh empat malaikat. Angin-angin ini berada dalam kendali sampai Allah memberikan perintah untuk melepaskannya. Di situlah letak keamanan jemaat Allah. Malaikat-malaikat Allah melaksanakan kehendak-Nya dengan menahankan angin bumi, agar angin itu tidak bertiup ke atas bumi, ke atas laut, ataupun ke atas pohon mana pun…” –Maranatha, hlm. 266.
| SELASA |
3 . Bagaimanakah Allah menyatakan kasih-Nya kepada mereka yang setia di Yerusalem?
Zakharia 1:13, 16, 17 Lalu kepada malaikat, yang berbicara dengan aku itu, TUHAN menjawab dengan kata-kata yang ramah dan yang menghiburkan. 16Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan pula di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur akan direntangkan lagi di atas Yerusalem. 17Serukanlah ini selanjutnya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kota-kota-Ku akan berlimpah-limpah pula dengan kebajikan, dan TUHAN akan menghiburkan Sion dan akan memilih Yerusalem pula.”
“Tuhan Allah, Pencipta alam semesta, telah mengaruniakan Injil kepada dunia ini dengan suatu harga yang tiada terhingga. Melalui sarana ilahi ini, mata air sukacita dan kesegaran—yang memancarkan penghiburan surgawi serta penghiburan yang kekal—telah dibukakan bagi barangsiapa yang mau datang kepada sumber kehidupan.” –Fundamentals of Christian Education, hlm. 188.
| RABU |
4. Setelah menegaskan perlindungan ilahi-Nya atas mereka, apakah yang Ia ungkapkan mengenai pemeliharaan, penyediaan, dan kemakmuran yang akan dianugerahkan kepada mereka?
Zakharia 1:18-21 Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak empat tanduk. 19 Lalu aku bertanya kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: “Apakah arti semuanya ini?” Maka ia menjawab aku: “Inilah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan (mencerai-beraikan) Yehuda, Israel dan Yerusalem.” 20 Kemudian TUHAN memperlihatkan kepadaku empat tukang besi (tukang kayu). 21 Lalu aku bertanya: “Orang-orang ini datang untuk melakukan apa?” Maka ia menjawab: “Inipun adalah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan (mencerai-beraikan) Yehuda, sehingga tidak seorangpun berani mengangkat kepalanya. Dan semuanya ini datang untuk mengejutkan (menggentarkan) mereka, yakni untuk menghempaskan (merobohkan) tanduk bangsa-bangsa yang telah mengangkat tanduk terhadap tanah Yehuda hendak menyerakkannya (untuk mencerai-beraikannya).
Wahyu 17:12 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja…
“Zakharia kemudian melihat kuasa-kuasa yang telah ‘menyerakkan (mencerai-beraikan) Yehuda, Israel, dan Yerusalem,’ yang dilambangkan oleh empat tanduk. Segera setelah itu, ia melihat empat tukang kayu, yang melambangkan sarana-sarana yang digunakan Allah dalam memulihkan umat-Nya dan rumah ibadat-Nya.” –Prophets and Kings, hlm. 581.
| KAMIS |
5. Dengan cara apa lagi Allah meneguhkan kasih karunia dan kuasa-Nya yang menopang umat yang menderita, yang kembali ke Yerusalem dari Babel?
Zakharia 2:1-5 Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak seorang yang memegang tali pengukur. 2 Lalu aku bertanya: “Ke manakah engkau ini pergi?” Maka ia menjawab aku: “Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebarnya dan panjangnya.” 3 Dan sementara malaikat yang berbicara dengan aku itu maju ke depan, majulah seorang malaikat lain mendekatinya, 4 yang diberi perintah: “Berlarilah, katakanlah kepada orang muda yang di sana itu, demikian: Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka (tanpa tembok) oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya. 5 Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya.”
“Allah telah memerintahkan agar Yerusalem dibangun kembali; penglihatan mengenai pengukuran kota itu merupakan jaminan bahwa Dia akan memberikan penghiburan dan kekuatan kepada umat-Nya yang sedang menderita, serta menggenapi janji-janji perjanjian kekal-Nya bagi mereka. Dia menyatakan bahwa perlindungan-Nya akan menjadi seperti “tembok api di sekelilingnya,” dan melalui mereka, kemuliaan-Nya akan dinyatakan kepada seluruh umat manusia. Apa yang sedang Dia kerjakan bagi umat-Nya itu akan diberitahukan di seluruh bumi.” –Prophets and Kings, hlm. 581.
| JUMAT |
6 . Seruan apakah yang disampaikan Allah kepada umat-Nya yang belum kembali ke Yerusalem?
Zakharia 2:6-9 Ayo, ayo, larilah dari Tanah Utara, demikianlah firman TUHAN; sebab ke arah keempat mata angin Aku telah menyerakkan kamu, demikianlah firman TUHAN. 7 Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel! 8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu–sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya–: 9 “Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.
“Wahyu 18 menunjuk pada masa ketika, sebagai akibat dari penolakan terhadap peringatan rangkap tiga yang ada dalam Wahyu 14:6-12, maka jemaat akan sepenuhnya mencapai keadaan yang dinubuatkan oleh malaikat kedua, dan umat Allah yang masih berada di Babel akan dipanggil untuk memisahkan diri dari persekutuannya. Pekabaran ini adalah pekabaran terakhir yang akan disampaikan kepada dunia; dan pekabaran ini akan menuntaskan tugasnya. Ketika mereka yang “tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan” (2 Tesalonika 2:12) dibiarkan menerima penyesatan yang kuat dan memercayai dusta, maka terang kebenaran akan bersinar bagi semua orang yang hatinya mau terbuka untuk menerimanya, dan semua anak Allah yang masih tinggal di Babel akan mengindahkan panggilan itu: “Pergilah (keluarlah) kamu, hai umat-Ku, dari padanya” (Wahyu 18:4).” –The Great Controversy, hlm. 390.
| SABAT |
7. Janji indah apakah yang Dia berikan kepada semua orang yang setia?
Zakharia 2:10-12 Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan diam di tengah-tengahmu, demikianlah firman TUHAN; 11 dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu.” Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. 12 Dan TUHAN akan mengambil Yehuda sebagai milik-Nya di tanah yang kudus, dan Ia akan memilih Yerusalem pula (lagi).
“Masih menjadi maksud Allah—sebagaimana halnya sejak semula—agar umat-Nya menjadi suatu pujian di bumi, demi kemuliaan nama-Nya. Selama masa pembuangan yang panjang, Ia telah memberikan banyak kesempatan kepada mereka untuk kembali setia kepada-Nya. Sebagian orang memilih untuk mendengarkan dan belajar; sebagian lagi menemukan keselamatan di tengah penderitaan. Banyak di antara mereka kelak termasuk dalam golongan umat sisa yang akan kembali. Oleh ilham ilahi, mereka diibaratkan sebagai ‘pucuk yang paling atas dari pohon aras yang tinggi,’ yang akan ditanam ‘di atas gunung yang tinggi dan menjulang: di gunung tempat ketinggian Israel.’ Yehezkiel 17:22, 23 KJV.” –Prophets and Kings, hlm. 599.
| PEMBELAJARAN TAMBAHAN |
“Berkat perkenanan Koresh, hampir lima puluh ribu orang dari kalangan umat yang berada dalam pembuangan telah memanfaatkan dekrit yang mengizinkan mereka untuk kembali. Namun, jumlah ini hanyalah sebagian kecil jika dibandingkan dengan ratusan ribu orang lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Media-Persia. Sebagian besar orang Israel memilih untuk tetap tinggal di negeri tempat mereka dibuang daripada harus menanggung beratnya perjalanan pulang serta upaya membangun kembali kota dan rumah mereka yang telah hancur.” –Prophets and Kings, hlm. 598.
***