Pelajaran Sekolah Sabat 15 Agustus 2026

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL

PELAJARAN 7 – SABAT, 15 AGUSTUS 2026

KITAB AMOS

“… APAKAH YANG DIKEHENDAKI TUHAN DARI PADAMU”

Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut (dikehendaki) TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” Mikha 6:8.

Hukum-hukum bangsa-bangsa mencerminkan kelemahan dan nafsu hati yang belum diperbarui; tetapi hukum-hukum Allah mencerminkan ciri ilahi, dan jika ditaati, hukum-hukum itu akan menuntun pada rasa hormat yang lembut terhadap hak dan keistimewaan orang lain. “Dia menjaga segala kepentingan anak-anak-Nya, dan Dia menyatakan bahwa Dia akan membela orang-orang yang tertindas dan menderita. Jika mereka berseru kepada-Nya, Dia berkata, ‘Aku akan mendengarkannya, sebab Aku Maha Pengasih.’ (Keluaran 22:27).” –To Be Like Jesus, hlm. 170.

MINGGU

1. Negeri mana sajakah yang diberi peringatan sebelum dilanda bencana?

Amos 1:1, 5, 8, 10, 11, 13, 15; 2:2 Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi. 5 Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram (Syria) harus pergi sebagai orang buangan ke Kir,” firman TUHAN. 8… binasalah sisa-sisa orang Filistin,” firman Tuhan ALLAH. 10Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis. 11Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku. 13… bani Amon, … 15dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya,” firman TUHAN. 2:2… dan Moab akan mati.

“Allah telah memberikan hukum-Nya untuk mengatur perilaku bangsa-bangsa, keluarga-keluarga, dan pribadi-pribadi. Tidak ada satu pun pelaku kejahatan, meskipun dosanya paling kecil dan paling tersembunyi, yang dapat lolos dari dakwaan hukum itu. Seluruh pekerjaan bapak pendusta tercatat dalam kitab-kitab hukum surga; dan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada pelayanan Setan, untuk menyampaikan kebohongannya kepada manusia melalui ajaran dan praktik hidup, akan menerima balasan sesuai dengan perbuatan mereka. Setiap pelanggaran terhadap Allah, sekecil apa pun, akan tercatat dalam perhitungan. Dan ketika pedang keadilan digenggam, ia akan melakukan pekerjaan yang telah dilakukan kepada Sang Penderita Ilahi. Keadilan akan menghukum; karena kebencian Allah terhadap dosa sangat besar dan dahsyat.” –Lift Him Up, hlm. 158.

SENIN

2 . Bagaimana Allah akan menangani bangsa-bangsa yang tidak adil seperti itu, serta barangsiapa yang memperlakukan orang-orang dengan kejam?

Amos 1:3, 6, 9, 11, 13; 2:1 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi. 6… Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan. 9… dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan. 11… karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya. 13… karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka. 2:1karena ia telah membakar tulang-tulang… menjadi kapur.

“Dua prinsip utama hukum Allah adalah kasih yang tertinggi kepada Allah dan kasih yang tanpa pamrih kepada sesama. Empat perintah pertama dan enam perintah terakhir bergantung pada, ataupun bertumbuh dari, kedua prinsip ini.” –To Be Like Jesus, hlm. 169.

SELASA

3 . Melalui nabi, apakah yang Allah katakan mengenai dosa-dosa Yehuda dan akibat-akibatnya?

Amos 2:4 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Yehuda, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menolak hukum TUHAN, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi disesatkan oleh dewa-dewa kebohongannya, yang diikuti oleh nenek moyangnya.

“Demikianlah peringatan-peringatan yang telah diberikan Allah untuk menjaga manusia agar tidak mengubah dengan cara apa pun, apa yang telah Dia wahyukan atau perintahkan. Kecaman yang sungguh-sungguh ini berlaku bagi semua orang yang melalui pengaruh mereka telah menyebabkan sesama mereka manusia menjadi menganggap enteng hukum Allah. Hal ini seharusnya membuat takut dan gemetar mereka yang dengan sembrono menyatakan bahwa adalah masalah yang kecil atau sepele, tentang apakah kita taat atau tidak terhadap hukum Allah.
Semua orang yang meninggikan pendapat mereka sendiri di atas wahyu ilahi, semua orang yang ingin mengubah makna Firman yang telah jelas untuk menyesuaikan dengan kenyamanan mereka sendiri, atau demi menyesuaikan diri dengan dunia, sedang memikul tanggung jawab yang menakutkan. Firman tertulis, yakni hukum Allah, akan mengukur tabiat setiap manusia dan menghukum semua orang yang dinyatakan kurang dalam ujian yang tak pernah salah ini.” –The Great Controversy, hlm. 268.

RABU

4. Bagaimana Amos, melalui ilham, meratapi dosa-dosa Israel?

Amos 2:6-8 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut; 7mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku; 8mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka.

“Oh, kiranya engkau memeriksa hatimu seperti dengan lilin yang menyala, dan menemukan serta memutuskan benang penghubung bahkan yang terhalus sekalipun yang mengikatmu pada kebiasaan duniawi, dan yang mengalihkan pikiranmu dari Allah! Mohonlah kepada Allah agar Ia menunjukkan kepadamu setiap kebiasaan salah yang sedang menarik pikiran dan kasih sayangmu dari-Nya. Allah telah memberikan hukum-Nya yang kudus kepada umat manusia sebagai ukuran tabiat-Nya. Dengan hukum ini engkau dapat melihat dan mengatasi setiap kekurangan dalam tabiatmu. Engkau pun akan dapat melepaskan diri dari setiap berhala, dan akan menghubungkan dirimu dengan takhta Allah melalui rantai emas kasih karunia dan kebenaran.” –The Review and Herald, 14 Mei 1901.

KAMIS

5. Dengan pertanyaan perenungan yang jelas apakah Allah menegur umat-Nya? Janji apakah yang menjadi dorongan bagi barangsiapa yang percaya kepada-Nya?

Amos 3:3-8 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? 4Mengaumkah seekor singa di hutan, apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa? 5Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat terhadapnya? Membingkaskah perangkap dari tanah, jika tidak ditangkapnya sesuatu? 6Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya? 7Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi. 8Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?”

“Jiwa yang mengasihi Allah akan senang memperoleh kekuatan dari-Nya melalui persekutuan yang terus-menerus dengan-Nya. Ketika percakapan dengan Allah telah menjadi kebiasaan jiwa, maka kuasa si jahat akan binasa, karena Setan tidak dapat tinggal di dekat jiwa yang terus mendekat kepada Allah. Jika Kristus adalah sahabatmu, maka engkau tidak akan memelihara pikiran-pikiran yang sia-sia dan tidak murni; engkau juga tidak akan terlibat dalam kata-kata yang tidak berfaedah yang akan menyedihkan Dia yang telah datang untuk menjadi pengudus jiwamu.

“Agama Kristus akan memurnikan selera, menguduskan penilaian, serta meluhurkan, memurnikan, dan memuliakan jiwa.” –The Review and Herald, 3 Desember 1889.

JUMAT

6. Bencana mengerikan apakah yang diizinkan Allah untuk menimpa umat manusia? Apakah yang seharusnya memotivasi mereka untuk berbuat sesuatu?

Amos 4:2, 6-11 Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan… 6Sekalipun Aku ini telah memberi kepadamu gigi yang tidak disentuh makanan di segala kotamu dan kekurangan roti di segala tempat kediamanmu, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN. 7“Akupun telah menahan hujan dari padamu, ketika tiga bulan lagi sebelum panen; Aku menurunkan hujan ke atas kota yang satu dan tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain; ladang yang satu kehujanan, dan ladang, yang tidak kena hujan, menjadi kering; 8penduduk dua tiga kota pergi terhuyung-huyung ke satu kota untuk minum air, tetapi mereka tidak menjadi puas; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN. 9“Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN. 10“Aku telah melepas penyakit sampar ke antaramu seperti kepada orang Mesir; Aku telah membunuh terunamu dengan pedang pada waktu kudamu dijarah; Aku telah membuat bau busuk perkemahanmu tercium oleh hidungmu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN. 11“Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

“Jika kita telah berhasil menaklukkan cobaan dan meraih kemenangan atas godaan Setan, maka kita akan bertahan dalam ujian iman kita, yang lebih berharga daripada emas, dan menjadi lebih kuat serta lebih siap menghadapi ujian berikutnya. Tetapi jika kita jatuh dan menyerah pada godaan Setan, maka kita akan menjadi lebih lemah dan tidak akan mendapatkan pahala atas ujian tersebut dan tidak akan begitu siap untuk menghadapi ujian berikutnya. Dengan cara ini kita akan menjadi semakin lemah, sampai kita ditawan oleh Setan sekehendaknya.
Kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah dan siap setiap saat untuk berkonflik dengan kuasa kegelapan. Ketika godaan dan cobaan menerjang kita, maka marilah kita pergi kepada Allah dan bergumul bersama-Nya dalam doa. Dia tidak akan menolak kita dengan tangan kosong, tetapi akan memberi kita kasih karunia dan kekuatan untuk mengatasi, dan untuk menghancurkan kuasa musuh. Oh, kiranya semua orang dapat melihat hal-hal ini dalam terang yang sebenarnya dan bertahan dalam kesulitan sebagai prajurit Yesus yang baik! Maka Israel akan terus maju, menjadi kuat di dalam Allah, dan dalam kekuatan kuasa-Nya.” –Early Writings, hlm. 46.

SABAT

7. Bagaimanakah sebuah perubahan yang sejati dapat terjadi?

Amos 4:12, 13 “Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. –Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!” 13Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi–TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

“Melalui alam dan Firman, melalui pemeliharaan-Nya, dan melalui pengaruh Roh-Nya, Allah sedang berbicara kepada kita. Tetapi ini saja tidak cukup; kita juga perlu mencurahkan isi hati kita kepada-Nya. Untuk memiliki kehidupan dan kuasa rohani, kita harus memiliki hubungan nyata dengan Bapa surgawi kita. Pikiran kita mungkin tertuju kepada-Nya; kita mungkin merenungkan karya-karya-Nya, rahmat-Nya, berkat-berkat-Nya; tetapi bila baru ini saja, maka belum dapat diartikan sebagai persekutuan dengan-Nya yang sepenuhnya.” –Steps to Christ, hlm. 93.

PEMBELAJARAN TAMBAHAN

Semua orang harus cerdas dalam memahami cara yang menghancurkan jiwa. Bukan karena ketetapan yang telah Allah keluarkan untuk melawan laki-laki atau perempuan. Dia tidak membuat mereka buta secara rohani. Allah memberikan cukup terang dan bukti untuk memungkinkan mereka membedakan kebenaran dari kesalahan. Tetapi Dia tidak memaksa mereka untuk menerima kebenaran. Dia membiarkan mereka bebas memilih kebaikan atau kejahatan. Jika orang menolak bukti yang cukup untuk membimbing penilaian mereka ke arah yang benar dan memilih kejahatan sekali, mereka akan lebih mudah melakukannya untuk kedua kalinya. Untuk ketiga kalinya mereka akan lebih bersemangat menjauh dari Allah dan memilih untuk berada di pihak Setan. Dan dalam perjalanan ini mereka akan terus berlanjut sampai mereka teguh dalam kejahatan dan mempercayai kebohongan yang telah mereka hargai sebagai kebenaran.” – Sermons and Talks, vol. 2, hlm. 183, 184.

***

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL