TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL
| PELAJARAN 6 – SABAT, 8 AGUSTUS 2026 |
KITAB OBAJA
“SIAPAKAH YANG SANGGUP MENJATUHKAN AKU?”
“Inilah keturunan Esau, yaitu Edom. Esau membawa isteri-isterinya, anak-anaknya lelaki dan perempuan dan semua orang yang ada di rumahnya, ternaknya, segala hewannya dan segala harta bendanya yang telah diperolehnya di tanah Kanaan, lalu pergilah ia ke negeri lain dan ia meninggalkan Yakub, adiknya itu. Sebab harta milik mereka terlalu banyak, sehingga mereka tidak dapat tinggal bersama-sama, dan negeri penumpangan mereka tidak dapat memuat mereka karena banyaknya ternak mereka itu. Maka menetaplah Esau di pegunungan Seir; Esau itulah Edom.” Kejadian 36:1, 6-8.
“Jika saja Esau menerima berkat ayahnya, yang memang seharusnya diberikan kepada anak sulung, maka kemakmurannya akan berasal dari Allah saja; dan Dia akan memberkatinya dengan kemakmuran, atau mendatangkan kesengsaraan kepadanya, sesuai dengan perbuatannya. Jika ia mengasihi dan menghormati Allah, seperti Habel yang saleh, ia akan diterima dan diberkati oleh Allah. Jika, seperti Kain yang jahat, ia tidak menghormati Allah maupun perintah-Nya, tetapi mengikuti jalan hidupnya yang jahat, maka ia tidak akan menerima berkat dari Allah tetapi akan ditolak oleh Allah, seperti Kain.” –The Story of Redemption, hlm. 88.
| MINGGU |
1 . Pekabaran apakah yang dititipkan melalui Nabi Obaja untuk disampaikan kepada bangsa Edom?
Obaja 1:1, 2 Penglihatan Obaja. Beginilah firman Tuhan ALLAH tentang Edom–suatu kabar telah kami dengar dari TUHAN, seorang utusan telah disuruh ke tengah bangsa-bangsa: “Bangunlah, marilah kita bangkit memeranginya!” — 2Sesungguhnya, Aku membuat engkau kecil di antara bangsa-bangsa, engkau dihinakan sangat.
“Orang Edom adalah keturunan Abraham dan Ishak, dan demi hamba-hamba-Nya ini, Allah telah menunjukkan kemurahan hati kepada anak-anak Esau. Ia telah memberikan Gunung Seir kepada mereka sebagai milik pusaka, dan mereka tidak boleh diganggu kecuali jika dosa-dosa mereka sendiri yang menempatkan diri mereka di luar jangkauan belas kasihan-Nya.” –Patriarchs and Prophets, hlm. 423.
| SENIN |
2 . Bagaimana bangsa ini digambarkan?
Obaja 1:5–8 Jika malam-malam pencuri atau perampok datang kepadamu–betapa engkau dibinasakannya–bukankah mereka akan mencuri seberapa yang diperlukannya? Jika pemetik buah anggur datang kepadamu, bukankah mereka akan meninggalkan sisa-sisa pemetikannya? 6Betapa kaum Esau digeledah, betapa harta bendanya yang tersembunyi dicari-cari! 7Sampai ke tapal batas engkau diusir oleh semua teman sekutumu; engkau diperdayakan, dikalahkan oleh sahabat-sahabatmu. Siapa yang makan sehidangan dengan engkau memasang jerat terhadap engkau. –Tidak ada pengertian padanya. 8Bukankah pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan orang-orang bijaksana dari Edom, dan pengertian dari pegunungan Esau?
“Penduduk dunia yang tidak jatuh sedang memandang dengan iba dan celaan terhadap kesombongan dan keangkuhan manusia. Orang kaya dan orang terhormat di dunia bukanlah satu-satunya yang memuliakan diri sendiri. Banyak juga dari antara orang-orang yang mengaku menghormati Allah justru sedang berbicara tentang hikmat dan kekuatan mereka sendiri. Mereka bertindak seolah-olah Allah berhutang budi kepada mereka, seolah-olah Dia tidak dapat melanjutkan pekerjaan-Nya tanpa bantuan mereka. Biarlah mereka memandang ke langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang, dan dengan kekaguman dan rasa takjub mempelajari karya-karya Allah yang menakjubkan. Biarlah mereka merenung-renungkan tentang hikmat yang Dia nyatakan dalam menjaga tatanan sempurna di alam semesta yang sungguh luas, dan betapa sedikitnya dasar yang manusia miliki untuk dapat membanggakan pencapaian-pencapaiannya.” –Lift Him Up, hlm. 54.
| SELASA |
3. Apakah yang dilakukan kerajaan ini terhadap negeri-negeri tetangganya dan bahkan terhadap kerabat terdekatnya?
Obaja 1: 10, 11 Karena kekerasan terhadap saudaramu Yakub, maka cela akan meliputi engkau, dan engkau akan dilenyapkan untuk selama-lamanya. 11Pada waktu engkau berdiri di kejauhan, sedang orang-orang luar mengangkut kekayaan Yerusalem dan orang-orang asing memasuki pintu gerbangnya dan membuang undi atasnya, engkaupun seperti salah seorang dari mereka itu.
“Segala sifat suka mementingkan diri sendiri adalah berasal dari Setan. Umat manusia adalah bagian dari satu keluarga besar, yakni keluarga Allah. Mereka harus saling menghormati dan mengasihi. Mereka tidak boleh mengucapkan kata-kata yang melukai dan menyakiti. Tidak seorang pun boleh bersikap tidak adil dalam urusannya, yang menyebabkan sesamanya kehilangan kepercayaan kepadanya. Keegoisan dan ketidakadilan adalah membawa ketidakbahagiaan. Di bawah pengaruh buruknya, manusia kehilangan pengertian tentang apa artinya saling mengasihi sebagaimana Kristus mengasihi kita.” –Lift Him Up, hlm. 292.
| RABU |
4 . Bagaimana bangsa Edom bertindak ketika kerabat mereka menderita?
Obaja 1:12 Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya; dan janganlah membual pada hari kesusahannya.
“Firman Allah menasihati, ‘Kasihilah sesama sebagai saudara, berbelas kasihanlah, dan bersikaplah ramah (penyayang dan rendah hati).’ 1 Petrus 3:8 KJV. Nilai moral sejati tidak berusaha untuk mendapatkan tempat dengan berpikir dan berbicara jahat, ataupun dengan merendahkan orang lain. Segala iri hati, segala kecemburuan, segala fitnah, dan segala ketidakpercayaan, harus disingkirkan dari anak-anak Allah.” –Our High Calling, hlm. 234.
| KAMIS |
5. Bagaimanakah sikapnya terhadap orang lain, dan apa yang dilakukannya?
Obaja 1:13, 14 Janganlah masuk ke pintu gerbang umat-Ku pada hari sialnya, bahkan janganlah memandang ringan malapetaka yang menimpanya pada hari sialnya; dan janganlah merenggut kekayaannya pada hari sialnya. 14Janganlah berdiri di persimpangan untuk melenyapkan orang-orangnya yang luput, dan janganlah serahkan orang-orangnya yang terlepas pada hari kesusahan.
“Roh kebencian dan pembalasan dendam adalah berasal dari Setan, dan itu telah membawanya untuk membunuh Anak Allah. Siapa pun yang memelihara kedengkian atau ketidakbaikan berarti sedang memelihara roh yang sama, dan buahnya akan membawa kepada kematian. Dalam pikiran yang penuh pembalasan dendam, terbungkuslah perbuatan jahat, seperti tanaman yang tersimpan dalam benih. ‘Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.’ (1 Yohanes 3:15).” –Mind, Character, and Personality, vol. 2, hlm. 608.
| JUMAT |
6. Apakah konsekuensi yang akan ditimbulkan oleh tindakan tersebut?
Obaja 1:15, 16 Sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segala bangsa. Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri. 16 Sesungguhnya, seperti kamu telah minum di atas gunung-Ku yang kudus, segala bangsapun akan minum dengan tidak henti-hentinya; bahkan, mereka akan minum dengan lahap, dan mereka akan menjadi seakan-akan mereka tidak pernah ada.
“Sungguh fakta yang menakjubkan dan agung bahwa dalam hukum-hukum Allah di alam, setiap akibat yang terjadi adalah selalu mengikuti sebab, dengan kepastian yang tak pernah salah. Benih yang ditabur akan menghasilkan panen sesuai jenisnya. Begitu pula dalam sifat manusia. Barangsiapa menabur untuk daging, maka dari daging itu pula ia akan menuai kebinasaan. Dan barangsiapa menabur untuk roh, maka dari roh itu ia akan menuai hidup yang kekal. Jika saja manusia mau mengingat bahwa mereka sedang menuai panenan hasil penaburan mereka sendiri, maka tentu mereka akan berhati-hati dalam memilih benih apa yang mereka tabur.” –Manuscript 104, 1898.
| SABAT |
7. Apakah yang pada akhirnya akan terjadi pada mereka yang terluka, dan apa yang dapat diharapkan oleh para pelaku kejahatan?
Obaja 1:17, 21 Tetapi di gunung Sion akan ada orang-orang yang terluput, dan gunung itu akan menjadi tempat kudus; dan kaum keturunan Yakub akan memiliki pula tanah miliknya. 21Penyelamat-penyelamat akan naik ke atas gunung Sion untuk menghukumkan pegunungan Esau; maka Tuhanlah yang akan empunya kerajaan itu.
“Orang yang berbuat baik, dan yang taat, tidak akan berperang melawan pelanggar hukum Allah yang kudus. Tetapi barangsiapa yang tidak menghormati hukum Allah akan menindas dan menganiaya orang lain. Mereka mengikuti pemimpin mereka, yang merupakan penuduh Allah dan penuduh orang-orang yang disempurnakan melalui penurutan. Roh yang menuntun orang untuk menuduh, menghukum, memenjarakan, dan membunuh orang lain telah menjadi kuat di dunia kita. Roh inilah yang selalu bekerja dalam diri anak-anak ketidaktaatan.” –Manuscript 136, 1899.
| PEMBELAJARAN TAMBAHAN |
“Roh yang sama yang telah mendorong pemberontakan di surga masih menginspirasi pemberontakan di bumi. […] Teguran atas dosa masih membangkitkan roh kebencian dan perlawanan. Ketika pekabaran-pekabaran peringatan Allah disampaikan kepada hati nurani, Setan menuntun manusia untuk membenarkan diri mereka sendiri dan mencari simpati orang lain dalam perbuatan dosa mereka. Gantinya sedia memperbaiki kesalahan mereka, mereka malah membangkitkan amarah terhadap orang yang menegur, seolah-olah dialah satu-satunya penyebab kesulitan. Dari zaman Habel yang saleh hingga zaman kita sekarang, demikianlah roh yang ditunjukkan terhadap barangsiapa yang berani mengutuk dosa.” –The Great Controversy, hlm. 500.
***