Pelajaran Sekolah Sabat 1 Agustus 2026

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL

PELAJARAN 5 – SABAT 1 AGUSTUS 2026

KITAB YUNUS

“LAYAKKAH ENGKAU?”

“… Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala orang kudus.” Wahyu 15:3 KJV.

“Dalam melaksanakan penebusan kita, Ia tidak akan menyayangkan apa pun, betapapun berharganya, yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan-Nya. Tidak ada kebenaran yang penting bagi keselamatan kita yang ditahan, tidak ada mukjizat belas kasihan yang diabaikan, tidak ada kuasa ilahi yang dibiarkan menganggur. Anugerah demi anugerah dilimpahkan, karunia demi karunia. Seluruh perbendaharaan surga terbuka bagi barangsiapa yang Ia sedang cari untuk selamatkan.” –The Desire of Ages, hlm. 57.

MINGGU

1. Tugas apa lagikah yang diterima nabi itu? Apakah yang dia lakukan kali ini?

Yunus 3:1-4 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: 2“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.” 3Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. 4Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”

“Pekabaran peringatan harus disampaikan di semua jalan raya dan sampai ke dalam gang ataupun lorong-lorong yang sempit. Kota-kota harus dikerjakan, bukan hanya diberi khotbah; harus ada kerja yang dilakukan dari rumah ke rumah.” –Manuscript 33, 1894.

SENIN

2 . Bagaimana tanggapan raja, para pembesar, dan rakyat terhadap khotbah Yunus?

Yunus 3:6-8 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. 7Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. 8Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.

“Tugas hamba-hamba Allah saat ini adalah memberitakan Firman di kota-kota. Kristus telah datang dari istana surgawi ke bumi ini untuk menyelamatkan jiwa-jiwa, dan kita, sebagai penyalur kasih karunia-Nya, perlu menyampaikan kepada penduduk kota-kota besar pengetahuan tentang kebenaran keselamatan-Nya.” –Letter 62, 1910.

SELASA

3 . Keluhan dan permintaan apakah yang disampaikan Yunus?

Yunus 4:1-3 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. 2Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. 3Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.”

“Ketahuilah bahwa Allah memeliharamu secara khusus; percayalah kepada-Nya karena engkau mengasihi-Nya, dan Dia mengasihimu. Dia akan menopang semua orang yang menaruh kepercayaan kepada-Nya. Allah akan membuat segala sesuatu berjalan untuk pengudusanmu, jika saja engkau mau berhenti khawatir, dan mau percaya kepada-Nya. Kata-kata yang diucapkan kepadamu oleh Dia yang tidak mungkin salah adalah: ‘Jangan tergoda untuk menyiksa hidupmu sendiri dan membuat dirimu sengsara karena pikiranmu sendiri, yang seringkali merupakan bisikan langsung dari Setan.’ Engkau terus mengingat keluhanmu sendiri, dan terus-menerus memikirkan hal yang sama, melukai dan menyakiti jiwamu sendiri.” –The Upward Look, hlm. 314.

RABU

4. Apakah rencana Allah? Apakah yang ada di benak Yunus?

Yunus 4:4, 5 Tetapi firman TUHAN: “Layakkah engkau marah?” 5Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.

“Iman dari umatnya Allah surgawi hendaknya kuat, aktif, dan teguh—yakni iman yang menjadi dasar dari hal-hal yang diharapkan. Maka perkataan mereka pun akan berbunyi, ‘Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! (Mazmur 103:1),’ karena Ia telah bermurah hati kepadaku.” –The Story of Redemption, hlm. 129.

KAMIS

5. Apakah yang Allah perbuat untuk memberi Yunus pelajaran yang diperlukannya?

Yunus 4:6-8 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. 7Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. 8Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: “Lebih baiklah aku mati dari pada hidup.”

“Banyak orang yang kebutuhannya saat ini telah terpenuhi; namun mereka tidak percaya kepada Allah untuk masa depan. Mereka menunjukkan ketidakpercayaan dan jatuh ke dalam keputusasaan dan kesedihan karena kekurangan yang belum terjadi namun sudah terlanjur mereka antisipasi. Sebagian berada dalam kesulitan terus-menerus karena takut akan kekurangan dan takut anak-anak mereka menderita. Ketika kesulitan muncul atau ketika mereka berada dalam keadaan sulit—ketika iman dan kasih mereka kepada Allah diuji—mereka menghindar dari cobaan dan menggerutu atas proses yang telah Allah pilih untuk memurnikan mereka. Kasih mereka pun menjadi tidak terbukti murni dan sempurna, untuk menanggung segala sesuatu.” –The Story of Redemption, hlm. 128.

JUMAT

6 . Pertanyaan apa yang Allah ajukan kepada nabi? Mengapa?

Yunus 4:9, 10 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Jawabnya: “Selayaknyalah aku marah sampai mati.” 10Lalu Allah berfirman: “Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.

“Allah tidak berkenan dengan kematian orang-orang yang tidak benar. Ia telah lama bersabar menghadapi hati yang keras kepala dan bandel. Dia yang telah mengaruniakan Kristus kepada dunia ini telah mengirimkan pekabaran peringatan, tetapi banyak yang justru menolak untuk mengindahkannya. Ia telah lama bersabar dengan manusia yang tidak memuliakan nama-Nya. Sekarang Ia sedang memanggil umat-Nya untuk melakukan pekerjaan yang sungguh dan menyeluruh dan menyingkirkan setiap batu sandungan. Maka marilah kita membersihkan jalan bagi Allah kita.” –Manuscript 106, 20 November 1905.

SABAT

7. Apakah sifat ilahi yang diungkapkan Allah?

Yunus 4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?

“Hai engkau yang dalam hatimu sedang merindukan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang dapat diberikan dunia ini, sadarilah kerinduan ini sebagai suara Allah kepada jiwamu. Mintalah kepada-Nya untuk memberimu pertobatan, untuk menyatakan Kristus kepadamu dalam kasih-Nya yang tak terbatas, dalam kemurnian-Nya yang sempurna. Dalam kehidupan Juruselamat, prinsip-prinsip hukum Allah—yakni kasih kepada Allah dan manusia—telah dicontohkan dengan sempurna. Kemurahan hati, kasih yang tanpa pamrih, adalah kehidupan jiwa-Nya. Saat kita memandang Dia, saat terang dari Juruselamat kita jatuh ke atas kita, maka kita pun akan dapat melihat dosa-dosa hati kita sendiri.” –Steps to Christ, hlm. 28.

PEMBELAJARAN TAMBAHAN

“Dengan janji-janji Alkitab yang melimpah di hadapanmu, dapatkah engkau masih membiarkan keraguan menguasai dirimu? Dapatkah engkau malah percaya bahwa ketika orang berdosa yang malang merindukan untuk bertobat, dan merindukan untuk meninggalkan dosa-dosanya, maka Allah dengan tegas menahannya untuk datang ke kaki-Nya dalam pertobatan? Singkirkanlah pikiran-pikiran seperti itu! Tidak ada yang dapat lebih menyakiti jiwamu sendiri daripada memikirkan pemahaman yang demikian itu tentang Bapa surgawi kita. Dia memang membenci dosa, tetapi Dia mengasihi orang berdosa, dan Dia telah menyerahkan diri-Nya dalam wujud pribadi Kristus, agar semua orang yang mau diselamatkan dapat diselamatkan dan memperoleh kebahagiaan kekal di dalam kerajaan kemuliaan. Bahasa apakah yang lebih kuat atau lebih lembut yang dapat digunakan selain yang telah Dia pilih untuk menyatakan kasih-Nya kepada kita? Dia telah menyatakan, ‘Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.’ Yesaya 49:15.” –Steps to Christ, hlm. 54.

***

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL