Pelajaran Sekolah Sabat 19 September 2026

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL

PELAJARAN 12 – SABAT, 19 SEPTEMBER 2026

KITAB NAHUM

“SIAPAKAH YANG TAHAN?”

“Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murka-Nya yang bernyala-nyala? Kehangatan amarah-Nya tercurah seperti api, dan gunung-gunung batu menjadi roboh di hadapan-Nya.” Nahum 1:6.

“Allah adalah sumber segala hikmat. Ia maha bijaksana, maha adil, dan maha baik. Terlepas dari Kristus, orang-orang paling bijak yang pernah hidup pun tidak dapat memahami-Nya. …

“Jika saja umat manusia dapat melihat sejenak melampaui jangkauan penglihatan yang terbatas, jika saja mereka dapat melihat sekilas mengenai Yang Kekal ini, maka setiap mulut akan berhenti membual. Manusia yang hidup di dunia kecil ini adalah makhluk fana yang terbatas; Sementara Allah memiliki dunia yang tak terhitung jumlahnya yang taat kepada hukum-hukum-Nya dan dijalankan dengan mengacu pada kemuliaan-Nya.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hlm. 66.

MINGGU

1. Nubuat apakah yang diterima Nabi Nahum mengenai ibu kota Kekaisaran Asyur?

Nahum 1:1; 3:1-4 Ucapan ilahi tentang Niniwe. Kitab penglihatan Nahum, orang Elkosh. 3:1 Celakalah kota penumpah darah itu! Seluruhnya dusta belaka, penuh dengan perampasan, dan tidak henti-hentinya penerkaman! 2Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari menderap, dan kereta meloncat-loncat! 3Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Tidak habis-habisnya mayat-mayat, orang tersandung jatuh pada mayat-mayat! 4Semuanya karena banyaknya persundalan si perempuan sundal, yang cantik parasnya dan ahli dalam sihir, yang memperdayakan bangsa-bangsa dengan persundalannya dan kaum-kaum dengan sihirnya.

“Seandainya orang-orang yang hidup sebelum air bah percaya akan peringatan tersebut, dan bertobat dari perbuatan jahat mereka, maka Allah pasti akan mengalihkan murka-Nya, seperti yang kemudian Dia lakukan terhadap Niniwe. Tetapi karena penolakan keras kepala mereka terhadap teguran hati nurani dan peringatan nabi Allah, maka generasi itu telah memenuhi ukuran kejahatan mereka, dan siap untuk binasa. Masa percobaan mereka pun berakhir.” –Patriarchs and Prophets, hlm. 97.

SENIN

2 . Apa yang dilakukan bangsa Asyur terhadap bangsa Yehuda?

Nahum 1:15; 2:2 Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!. 2:2Sungguh, TUHAN memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya.

2 Raja-Raja 17:6 Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan…

“Di antara kota-kota dunia kuno pada masa Israel yang terpecah, salah satu yang terbesar adalah Niniwe, ibu kota kerajaan Asyur. Didirikan di tepi sungai Tigris yang subur, segera setelah penyebaran dari menara Babel, kota ini berkembang pesat selama berabad-abad hingga menjadi ‘kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.’ Yunus 3:3.

“Pada masa kemakmurannya, Niniwe adalah pusat kejahatan dan kefasikan. Firman Allah menggambarkannya sebagai ‘kota berdarah, … penuh dengan dusta dan perampokan (perampasan).’ Dalam bahasa kiasan, nabi Nahum membandingkan penduduk Niniwe dengan singa yang kejam dan rakus. ‘Kepada siapa,’ tanyanya, ‘bukankah kejahatanmu terus-menerus menimpa?’ Nahum 3:1, 19.” –Prophets and Kings, hlm. 265.

SELASA

3 . Bagaimana firman Allah tentang pemikiran penduduk Niniwe mengenai Dia?

Nahum 1:9-11 Apakah maksudmu menentang TUHAN? Ia akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali! 10Sebab merekapun akan lenyap seperti duri yang berjalin-jalin, dimakan habis seperti jerami kering. 11Bukankah dari padamu muncul orang yang merancang kejahatan terhadap TUHAN, orang yang memberi nasihat dursila?

“Apakah manusia seharusnya terkejut atas perubahan mendadak dan tak terduga dalam perlakuan Penguasa Tertinggi terhadap penduduk dunia yang jatuh? Apakah mereka seharusnya terkejut ketika hukuman mengikuti pelanggaran dan meningkatnya kejahatan? Apakah mereka seharusnya terkejut bahwa Allah hendak mendatangkan kebinasaan dan kematian atas mereka yang keuntungan haramnya diperoleh melalui penipuan dan kecurangan? …

“Kesabaran Allah sungguh besar—begitu besar sehingga ketika kita mengingat tentang penghinaan terus-menerus terhadap perintah-perintah-Nya yang kudus, kita pun takjub. Yang Mahakuasa telah mengerahkan kekuatan penahan atas sifat-sifat-Nya sendiri. Tetapi Dia pasti akan bangkit untuk menghukum orang-orang jahat, yang dengan sangat berani menentang tuntutan yang adil dari Sepuluh Perintah Allah.

“Allah memberi manusia masa percobaan; tetapi ada titik di mana kesabaran ilahi habis, dan penghakiman Allah pasti akan mengikuti.” –Prophets and Kings, hlm. 276.

RABU

4. Pada tahun 612 SM, Niniwe hancur sebagai sebuah kota, bersamaan dengan runtuhnya Kekaisaran Asyur. Bagaimana hal ini dinubuatkan?

Nahum 3:12-15 Segala kubumu adalah seperti pohon ara dengan buah ara yang masak duluan; jika diayunkan, maka jatuhlah buahnya ke dalam mulut orang yang hendak memakannya. 13Sesungguhnya, laskar yang di tengah-tengahmu itu adalah perempuan-perempua pintu-pintu gerbang negerimu terbuka lebar-lebar untuk musuhmu; api telah memakan habis palang pintumu. 14Timbalah air menghadapi pengepungan, perkuatlah kubu-kubumu! Pijaklah lumpur, injaklah tanah liat, peganglah acuan batu bata! 15Di sana api akan memakan engkau habis, pedang akan membabat engkau, …

“Tetapi bukannya menggunakan berkat-berkat luar biasa mereka untuk kepentingan umat manusia, para penguasa Asyur malah menjadi momok bagi banyak negeri. Kejam, tanpa memikirkan Allah atau sesama manusia, mereka malah mengejar kebijakan yang tetap untuk membuat semua bangsa mengakui keunggulan dewa-dewa Niniwe, yang mereka agungkan di atas Yang Mahatinggi. Allah telah mengutus Yunus kepada mereka dengan pekabaran peringatan, dan untuk sementara waktu mereka memang merendahkan diri di hadapan Tuhan semesta alam dan memohon pengampunan. Tetapi segera, mereka pun kembali kepada penyembahan berhala dan misi penaklukan dunia.

“Nabi Nahum, dalam penuntutannya terhadap para pelaku kejahatan di Niniwe, berseru: ‘Lihatlah, Aku menjadi lawanmu (menentangmu), firman Tuhan semesta alam.’ (Nahum 3:3 KJV).

“Dengan ketepatan yang tak pernah salah, Yang Mahakuasa masih mencatat pertanggungjawaban bangsa-bangsa. Selama belas kasihan-Nya diberikan, dengan seruan untuk bertobat, catatan ini tetap terbuka; tetapi ketika angka-angka mencapai jumlah tertentu yang telah ditetapkan Allah, maka pelayanan murka-Nya dimulai. Catatan itu ditutup. Kesabaran ilahi berakhir. Belas kasihan tidak lagi memohon demi mereka.” –Prophets and Kings, hlm. 364.

KAMIS

5 . Persamaan penting apakah yang ada antara nubuat Nahum dan peristiwa-peristiwa akhir zaman?

Nahum 1:2, 3 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya. 3TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.

“Tuhan itu ‘penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya (kebaikan dan kebenaran), … mengampuni kesalahan (kejahatan), pelanggaran dan dosa.’ Namun Dia ‘sama sekali tidak akan membebaskan orang yang bersalah dari hukuman.’ ‘TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah (fasik).’ Keluaran 34:6, 7; Nahum 1:3. Dengan hal-hal yang dahsyat dalam kebenaran, Dia akan menegakkan otoritas hukum-Nya yang telah ditindas. Beratnya pembalasan yang menanti pelanggar dapat dinilai dari penundaan Tuhan untuk melaksanakan keadilan. Bangsa yang Dia sabari, dan yang tidak akan Dia hukum sampai bangsa itu memenuhi ukuran kejahatannya di hadapan Allah, akhirnya akan meminum cawan murka tanpa campuran belas kasihan.” –The Great Controversy, hlm. 62.

JUMAT

6. Berapa mengerikannyakah keadaan orang-orang jahat di akhir zaman?

Nahum 3:19 Tiada pengobatan untuk cederamu, lukamu tidak tersembuhkan. Semua orang yang mendengar tentang engkau bertepuk tangan karena engkau; sebab kepada siapakah tidak tertimpa perbuatan jahatmu terus-menerus?

“Kesombongan Asyur dan kejatuhannya akan menjadi pelajaran berharga hingga akhir zaman. Tentang bangsa-bangsa di bumi saat ini yang dengan kesombongan dan keangkuhan, melawan Dia, Allah bertanya, Maka dengan siapakah engkau dapat disamakan di antara pohon-pohon di taman Eden dalam hal kemuliaan dan kebesaran? Engkau akan diturunkan ke bumi yang paling bawah bersama pohon-pohon di taman Eden ke bagian bawah bumi. … (Yehezkiel 31:18).

“‘Kebanggaan (kesombongan) Asyur akan diturunkan (direndahkan), dan tongkat kekuasaan Mesir akan lenyap.’ Zakharia 10:11. Ini benar bukan hanya bagi bangsa-bangsa yang melawan Allah di zaman dahulu, tetapi juga bagi bangsa-bangsa saat ini yang gagal memenuhi maksud ilahi. Pada hari penghakiman terakhir, ketika Hakim yang adil atas seluruh bumi akan ‘mengayak bangsa-bangsa (Yesaya 30:28), dan mereka yang telah memelihara kebenaran akan diizinkan masuk ke Kota Allah, lengkungan surga pun akan bergema dengan nyanyian kemenangan orang-orang yang ditebus.” –Prophets and Kings, hlm. 366.

SABAT

7. Kepastian luar biasa apakah yang diungkapkan nabi mengenai Tuhan dan anak-anak-Nya?

Nahum 1:7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.

“Bagaimana kita dapat mengetahui sendiri kebaikan dan kasih Allah? Pemazmur memberi tahu kita—bukan sekedar dengan mendengar dan mengetahui, ataupun membaca dan mengetahui, atau percaya dan mengetahuinya; tetapi—‘Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu.’ (Mazmur 34:8). Gantinya bergantung pada perkataan orang lain, maka, kecaplah (rasakanlah) sendiri. Pengalaman adalah pengetahuan yang diperoleh dari percobaan. Agama yang berdasarkan pada pengalamanlah yang dibutuhkan sekarang.” –God’s Amazing Grace, hlm. 252.

PEMBELAJARAN TAMBAHAN

“Sejarah bangsa-bangsa sedang berbicara kepada kita hari ini. Kepada setiap bangsa dan setiap pribadi, Allah telah menetapkan tempat dalam rencana-Nya yang agung. Hari ini manusia dan bangsa-bangsa sedang diuji oleh timbangan di tangan Dia yang tidak pernah salah. Semua orang menentukan takdir mereka sendiri, dan Allah sedang mengatur semuanya untuk mencapai maksud-Nya.“Nubuat-nubuat yang telah diberikan oleh Sang Mahakuasa dalam firman-Nya, yang menyatukan mata rantai demi mata rantai dalam rangkaian peristiwa, dari kekekalan di masa lalu hingga kekekalan di masa depan, memberi tahu kita di mana kita berada hari ini dalam prosesi zaman dan apa yang dapat diharapkan di masa mendatang. Segala hal yang telah dinubuatkan sebagai yang akan terjadi, hingga saat ini, telah tercatat di halaman-halaman sejarah, dan kita dapat diyakinkan bahwa semua yang akan datang pasti akan digenapi sesuai urutannya.” –Prophets and Kings, hlm. 536.

***

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL