Pelajaran Sekolah Sabat 17 Oktober 2026

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL

PELAJARAN 16 – SABAT, 17 OKTOBER 2026

KITAB HABAKUK

“BERAPA LAMA LAGI!”

“Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong?” Habakuk 1:2.

“Pertanyaan-pertanyaan yang mencemaskan ini disuarakan oleh nabi Habakuk. Saat melihat keadaan umat yang setia pada zamannya, ia mengungkapkan pergumulan batinnya melalui pertanyaan: ‘Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar!…’ Lalu, dengan iman yang menjangkau melampaui prospek masa depan yang nampaknya suram, dan berpegang teguh pada janji-janji berharga yang menyingkapkan kasih Allah bagi anak-anak-Nya yang menaruh percaya kepada-Nya, sang nabi menambahkan, ‘Kami tidak akan mati.’ Ayat 12. Dengan pernyataan iman ini, ia menyerahkan perkaranya—dan perkara setiap orang Israel yang percaya—ke dalam tangan Allah yang penuh belas kasih.” –Prophets and Kings, hlm. 385, 386.

MINGGU

1 . Apakah yang membuat Nabi Habakuk merasa resah? Bagaimana hal ini juga selaras dengan keadaan dunia saat ini?

Habakuk 1:3, 4 Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. 4 Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik.

“Allah telah memberi kesempatan kepada dunia ini untuk belajar dan menaati kehendak-Nya. Melalui Firman-Nya, Dia telah memberikan terang kebenaran; Dia telah mengirimkan peringatan, nasihat, dan teguran; namun hanya sedikit yang mau menaati suara-Nya.” –To Be Like Jesus, hlm. 197.

SENIN

2 . Jawaban mengejutkan apakah yang Tuhan berikan kepada nabi?

Habakuk 1:5, 6 Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan. 6 Sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang dan tangkas itu, yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka.

“Penebus kita yang penuh belas kasihan, yang telah melihat sebelumnya mengenai bahaya-bahaya yang akan mengelilingi para pengikut-Nya pada masa sekarang ini, telah memberikan peringatan khusus kepada mereka: ‘Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.’ (Lukas 21:34-36).” –To Be Like Jesus, hlm. 197.

SELASA

3 . Pengakuan dan doa iman seperti apakah yang telah dipanjatkan kepada Allah yang benar?

Habakuk 1:12, 13 Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya TUHAN, telah Kautetapkan dia untuk menghukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan dia untuk menyiksa. 13 Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?

“Kita sedang berada di ambang penutupan akhir zaman. Kepada saya telah diperlihatkan bahwa penghukuman Allah sebagai pembalasan sudah terjadi di negeri ini. Allah telah memberikan peringatan kepada kita mengenai peristiwa-peristiwa yang segera akan terjadi. Terang memancar dari Firman-Nya; namun kegelapan menyelimuti bumi, dan kegelapan pekat menutupi umat manusia.” –To Be Like Jesus, hlm. 197.

RABU

4. Bagaimanakah hubungan yang tepat—baik dahulu maupun sekarang—antara umat manusia dengan Allah di masa-masa penuh bahaya?

Habakuk 2:1 Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.

“Ada kekuatan yang hanya dapat diperoleh dari Allah. Dia dapat menolong. Dia dapat memberikan kasih karunia dan hikmat surgawi. Jika engkau meminta dengan iman, maka engkau akan menerimanya; namun engkau harus berjaga-jaga dalam doa. Berjaga-jaga, berdoa, dan bekerja—itulah yang harus menjadi semboyanmu.” – Testimonies for the Church vol. 2, hlm. 427.

KAMIS

5. Jawaban dan penjelasan apakah yang Allah berikan atas doa rendah hati sang nabi? Prinsip apakah yang menghasilkan berkat kekal?

Habakuk 2:2-4 Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. 3 Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. 4 Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

“Iman yang menguatkan Habakuk serta semua orang kudus dan orang benar pada masa-masa pencobaan berat dahulu itu adalah iman yang sama yang menopang umat Allah saat ini. Di saat-saat paling kelam dan dalam keadaan yang paling menakutkan sekalipun, orang percaya dapat menambatkan jiwanya pada sumber segala terang dan kuasa. Hari demi hari, melalui iman kepada Allah, pengharapan dan keberaniannya dapat diperbarui.” –Prophets and Kings, hlm. 386.

JUMAT

6 . Apakah yang sepatutnya didoakan oleh umat Allah yang hidup sekarang ini, mengingat peristiwa-peristiwa besar yang sudah di depan mata?

Habakuk 3:1, 2 Doa nabi Habakuk. Menurut nada ratapan. 2 TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!

“Melalui perkataan yang kita ucapkan kepada sesama dan doa-doa yang kita panjatkan, Allah menghendaki kita menunjukkan bukti nyata bahwa kita memiliki kehidupan yang rohani. Kita tidak menikmati kelimpahan berkat yang telah Allah sediakan bagi kita karena kita tidak memohonkannya dengan iman. Jika kita mau mempraktikkan iman akan firman Allah yang hidup, kita akan menerima berkat-berkat yang paling melimpah. Kita tidak memuliakan Allah bila iman kita kurang; oleh sebab bila demikian, maka kita tidak dapat menyalurkan kehidupan kepada orang lain melalui kesaksian yang hidup dan menguatkan. Kita tidak akan dapat memberikan apa yang tidak kita miliki.” –Testimonies for the Church, vol. 6, hlm. 63.

SABAT

7 . Betapapun pun buruknya keadaan, pujian seperti apakah yang akan memancar dari jiwa yang setia?

Habakuk 3:17-19 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.

“Ketika awan kegelapan yang pekat seolah-olah menyelimuti pikiran, saat itulah kita harus membiarkan iman yang hidup menembus kegelapan dan menyingkirkan awan-awan tersebut. Iman yang sejati bersandar pada janji-janji yang terkandung dalam Firman Allah, dan hanya mereka yang menaati Firman itulah yang dapat mengklaim janji-janji-Nya yang mulia.” –Early Writings, hlm. 72.

PEMBELAJARAN TAMBAHAN

“Kita harus menghargai dan memelihara iman yang telah dinyatakan oleh para nabi dan rasul—yakni iman yang berpegang teguh pada janji-janji Allah serta menantikan kelepasan pada waktu-Nya dan dengan cara yang ditetapkan-Nya. Firman nubuat yang pasti itu akan mencapai penggenapan akhirnya pada kedatangan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, yang mulia sebagai Raja segala raja dan Tuhan segala tuan. Bersama nabi yang berupaya menguatkan Yehuda di masa kemurtadan yang tiada taranya, marilah kita dengan penuh keyakinan menyatakan, ‘Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!’ (Habakuk 2:20). Marilah kita senantiasa mengingat pekabaran yang menguatkan hati ini: ‘Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.’ (Habakuk 2:3).” –Prophets and Kings, hlm. 387.

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL
***