TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL
| PELAJARAN 15 – SABAT, 10 OKTOBER 2026 |
KITAB ZEFANYA
“SUDAH DEKAT HARI TUHAN YANG BESAR!”
“Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawanpun akan menangis.” Zefanya 1:14.
“Kita berada di ambang penutupan akhir zaman. Saya telah diperlihatkan bahwa penghukuman Allah sebagai pembalasan sudah terjadi di negeri ini. Tuhan telah memberikan peringatan kepada kita mengenai peristiwa-peristiwa yang akan segera terjadi. Sinar terang memancar dari firman-Nya; namun kegelapan menutupi bumi, dan kegelapan pekat menyelimuti bangsa-bangsa. ‘Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman–maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, … –mereka pasti tidak akan luput.’ (1 Tesalonika 5:3).” –Testimony Treasures, vol. 2, hlm. 11.
| MINGGU |
1. Seberapa seriusnya kah masa-masa yang telah kita lalui, baik di masa lampau maupun di saat sekarang ini?
Zefanya 1:7, 12 Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya. 12Pada waktu itu Aku akan menggeledah Yerusalem dengan memakai obor dan akan menghukum orang-orang yang telah mengental seperti anggur di atas endapannya dan yang berkata dalam hatinya: TUHAN tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!
“Penebus kita yang penuh belas kasihan, yang telah melihat sebelumnya bahaya-bahaya yang akan mengelilingi para pengikut-Nya pada masa sekarang ini, telah memberikan peringatan khusus kepada mereka: ‘Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.’ (Lukas 21:34-36). Jika jemaat menempuh jalan yang sama dengan dunia, maka mereka akan mengalami nasib yang sama pula. Bahkan, karena mereka telah menerima terang yang lebih besar, hukuman mereka akan lebih berat daripada hukuman orang-orang yang tidak mau bertobat.” –Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 100.
| SENIN |
2 . Apakah nasihat dari Allah melalui nabi Zefanya yang sangat mendesak bagi orang-orang percaya yang sedang hidup di masa akhir dunia yang semakin dekat?
Zefanya 2:1–3 Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, 2 sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. 3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.
“Akan ada serangkaian peristiwa yang menyingkapkan bahwa Allah adalah Penguasa atas segala situasi. Kebenaran akan diberitakan dengan bahasa yang jelas dan tidak dapat disalahartikan. Sebagai umat-Nya, kita harus mempersiapkan jalan bagi Tuhan di bawah bimbingan Roh Kudus yang memegang kendali penuh. Injil harus disampaikan dalam kemurniannya. Aliran air kehidupan akan semakin dalam dan lebar seiring perjalanannya. Di berbagai tempat, baik di dekat maupun di jauh, orang-orang akan dipanggil meninggalkan pekerjaan duniawi mereka serta berbagai kegiatan usaha komersial yang selama ini banyak menyita pikiran mereka, untuk kemudian dididik bersama orang-orang yang berpengalaman. Seraya mereka belajar untuk bekerja secara efektif, mereka akan memberitakan kebenaran dengan penuh kuasa. Melalui karya ilahi yang luar biasa, gunung-gunung kesulitan akan disingkirkan dan dicampakkan ke dalam laut. Pekabaran yang begitu bermakna bagi penduduk bumi ini akan diperdengarkan dan dibawakan ke dalam pengertian. Orang-orang akan mengetahui apa itu kebenaran. Pekerjaan ini akan terus maju dan berkembang hingga seluruh bumi telah diperingatkan dan diamarkan, dan barulah kemudian, tiba kesudahannya.” –Testimonies for the Church, vol. 9, hlm. 96.
| SELASA |
3 . Apakah yang menjerumuskan umat manusia dan bangsa-bangsa ke dalam kehancuran?
Zefanya 3:2 Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap.
“Allah tidak dapat dipermainkan. Justru di masa konfliklah jati diri yang sesungguhnya harus dikibarkan dengan berani. Saat itulah para pembawa panji harus bersikap tegas dan menyatakan posisi mereka yang sebenarnya. Saat itulah kecakapan setiap prajurit sejati yang membela kebenaran diuji. Mereka yang menghindar dari tugas tidak akan pernah dapat mengenakan mahkota kemenangan. Mereka yang setia dan tulus tidak akan menyembunyikan pendiriannya, melainkan akan mengerahkan segenap hati dan tenaga dalam pekerjaan itu, serta mempertaruhkan segalanya dalam perjuangan, apa pun hasil pertempuran itu nantinya. Allah adalah Allah yang membenci dosa. Dan Allah akan mengutuk barangsiapa yang mendukung orang berdosa dengan berkata, “Kamu baik-baik saja.” –Testimonies for the Church, vol. 3, hlm. 272.
| RABU |
4 . Kenyataan menyedihkan apakah yang terlihat di dunia keagamaan, padahal kekudusan Allah jelas terlihat?
Zefanya 3:4, 5 Para nabinya adalah orang-orang ceroboh dan pengkhianat; para imamnya menajiskan apa yang kudus, memperkosa hukum Taurat. 5 Tetapi TUHAN adil di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu!
“Keyakinan akan kedatangan Anak Manusia yang sudah dekat di atas awan-awan surga tidak akan membuat orang Kristen sejati menjadi lalai atau ceroboh dalam urusan kehidupan sehari-hari. Barangsiapa yang sedang menantikan kedatangan Kristus dalam waktu dekat tidak akan berpangku tangan, melainkan akan rajin dalam pekerjaan mereka. Pekerjaan mereka tidak akan dilakukan secara sembrono atau tidak jujur, melainkan dengan kesetiaan, kesigapan, dan ketelitian. Barangsiapa yang menganggap bahwa sikap lalai dan kurangnya perhatian terhadap urusan duniawi ini merupakan bukti kerohanian serta pemisahan diri dari dunia, sesungguhnya sedang tertipu oleh anggapan yang keliru. Kejujuran, kesetiaan, dan integritas mereka diuji dan dibuktikan melalui hal-hal yang bersifat duniawi sehari-hari. Jika mereka setia dalam perkara yang terkecil, maka mereka juga akan setia dalam perkara yang besar.” –Lift Him Up, hlm. 365.
| KAMIS |
5 . Apakah yang menyebabkan Allah menjatuhkan penghakiman di masa lampau? Apa yang dapat diharapkan di masa depan?
Zefanya 3:7, 8 Aku sangka: Tentulah ia sekarang akan takut kepada-Ku, akan mempedulikan kecaman dan segala yang Kutugaskan kepadanya tidak akan lenyap dari penglihatannya. Tetapi sesungguhnya mereka makin giat menjadikan busuk perbuatan mereka. 8 Oleh karena itu tunggulah Aku–demikianlah firman TUHAN–pada hari Aku bangkit sebagai saksi. Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku.
“Ketika manusia jatuh ke dalam kesalahan akibat godaan Iblis, dan perkataan serta tingkah laku mereka tidak mencerminkan sifat Kristus, mereka mungkin tidak menyadari keadaan mereka; hal ini karena dosa bersifat menipu dan cenderung menumpulkan kepekaan moral. Namun, melalui pemeriksaan diri, penyelidikan Firman, dan doa yang rendah hati, maka mereka akan dimampukan—dengan pertolongan Roh Kudus—untuk melihat kesalahan diri mereka. Jika kemudian mereka mengakui dosa-dosa tersebut dan berbalik meninggalkannya, maka si penggoda tidak akan lagi tampak sebagai malaikat terang baginya, melainkan sebagai penipu.…
“Barangsiapa yang menerima teguran dan koreksi sebagai sesuatu yang berasal dari Allah, dan dengan demikian dimampukan untuk melihat serta memperbaiki kesalahan mereka, sedang mempelajari pelajaran-pelajaran berharga, bahkan dari kesalahan-kesalahan mereka sendiri.” –That I May Know Him, hlm. 239.
| JUMAT |
6 . Apakah yang akan menjadi ciri khas umat Allah yang setia pada akhir zaman?
Zefanya 3:12-15 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan (percaya) pada nama TUHAN, 13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.” 14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! 15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan melihat kejahatan lagi.
“Umat Tuhan sebagian besar terdiri dari orang-orang miskin di dunia ini, yaitu rakyat jelata (orang ‘biasa’). Tidak banyak yang dari golongan bijak dunia, orang berkuasa, ataupun orang terpandang yang dipanggil. Allah “memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini.” “Kabar Baik (Injil) diberitakan kepada orang-orang miskin” (Yakobus 2:5; Matius 11:5). Orang-orang kaya pun sebenarnya dipanggil—dalam arti mereka diundang—namun mereka tidak menerima undangan tersebut. Akan tetapi, di kota-kota yang penuh kejahatan ini, Allah memiliki banyak orang yang rendah hati namun penuh iman.” –Manuscript 17, 1898.
| SABAT |
7 . Gambaran indah seperti apakah yang diberikan oleh sang nabi mengenai sukacita besar Kristus saat Ia memulihkan keadaan umat-Nya dari penawanan?
Zefanya 3:17, 20 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang (berkuasa) memberi kemenangan. Ia (akan menyelamatkan) bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, 20 Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka,” firman TUHAN.
“Kita seharusnya dipenuhi sukacita saat memikir-mikirkan tentang kedatangan Kristus yang sudah dekat. Bagi barangsiapa yang mengasihi kedatangan-Nya, maka Dia akan datang tanpa dosa untuk membawakan keselamatan. Namun, jika pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal duniawi, maka kita tidak dapat menantikan kedatangan-Nya dengan sukacita.” –The Upward Look, hlm. 355.
| PEMBELAJARAN TAMBAHAN |
“Adalah kewajiban kita untuk menyelidiki penyebab kegelapan yang mengerikan ini, agar kita dapat menghindari jalan yang membuat manusia mendatangkan penyesatan yang begitu besar atas diri mereka sendiri. … Dunia terus menjalani rutinitasnya yang terus berputar, tetap tenggelam dalam urusan dan kesenangannya, sementara murka Allah akan segera ditimpakan ke atas barangsiapa yang melanggar hukum-Nya.” –Testimony Treasures, vol. 2, hlm. 11.
TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL
***