Pelajaran Sekolah Sabat 3 Oktober 2026

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL

PELAJARAN 14 – SABAT, 3 OKTOBER 2026

KITAB MIKHA

“BUKANKAH SELAYAKNYA KAMU MENGETAHUINYA?”

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” Mikha 6:8.

“Dan upaya untuk memberkati orang lain akan mendatangkan berkat bagi diri kita sendiri. Inilah maksud Allah dalam memberikan kita peran untuk dijalankan dalam rencana penebusan. Dia telah menganugerahkan kepada manusia hak istimewa untuk mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan, pada gilirannya, menyebarkan berkat kepada sesama manusia. Ini adalah kehormatan tertinggi dan sukacita terbesar yang dapat Allah limpahkan kepada umat manusia. Barangsiapa yang dengan demikian turut serta dalam pekerjaan yang didasari kasih akan dibawa ke dalam perhubungan yang sangat erat kepada Pencipta mereka.” –Steps to Christ, hlm. 79.

MINGGU

1. Tanggung jawab penting apakah yang dimiliki oleh tiap-tiap manusia, bukan hanya para pemimpin sipil maupun agama?

Mikha 3:1, 5 Kataku: Baiklah dengar, hai para kepala di Yakub, dan hai para pemimpin kaum Israel! Bukankah selayaknya kamu mengetahui keadilan, 5 Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang.

“Kita tinggal di dalam Kristus melalui iman yang hidup. Dia tinggal di dalam hati kita melalui penerapan iman secara pribadi. Kita menikmati persekutuan dengan hadirat ilahi, dan saat kita menyadari hadirat ini, pikiran kita pun akan ditundukkan kepada Yesus Kristus. Maka perbuatan rohani kita akan selaras dengan betapa hidupnya kesadaran kita akan persekutuan ini. Henokh hidup bergaul dengan Allah dengan cara demikian; dan Kristus tinggal di dalam hati kita melalui iman ketika kita merenungkan siapa Dia bagi kita, serta bagaimana karya yang telah Dia kerjakan bagi kita dalam rencana penebusan. Kita akan sangat berbahagia jika kita memupuk kesadaran akan karunia besar Allah ini bagi dunia dan bagi kita secara pribadi.” –Messages to Young People, hlm. 159.

SENIN

2 . Apakah hal yang akan paling terlihat dari umat sisa yang setia, khususnya pada masa kemerosotan rohani?

Mikha 3:8, 9 Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan (kuasa), dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya. 9 Baiklah dengarkan ini, hai para kepala kaum Yakub, dan para pemimpin kaum Israel! Hai kamu yang muak terhadap keadilan dan yang membengkokkan segala yang lurus.

“Kesabaran Allah sungguh luar biasa. Keadilan menanti dengan sabar sementara belas kasihan memohon kepada orang berdosa. Namun, “kebenaran dan keadilan (hukum) adalah dasar (tumpuan) takhta-Nya” (Mazmur 97:2). Dunia telah menjadi berani dalam melanggar hukum Allah. Karena kesabaran-Nya yang panjang, manusia malah telah menginjak-injak otoritas-Nya. Namun, tetaplah ada batas yang tidak dapat mereka lampaui. Saatnya sudah dekat ketika mereka akan mencapai batas yang telah ditetapkan itu. Bahkan sekarang, mereka hampir melampaui batas kesabaran Allah, batas kasih karunia-Nya, dan batas belas kasihan-Nya. Allah akan bertindak untuk menegakkan kehormatan-Nya sendiri, membebaskan umat-Nya, dan untuk membendung gelombang ketidakbenaran.” –God’s Amazing Grace, hlm. 371.

SELASA

3 . Karakteristik (ciri) apakah yang mencirikan umat yang sisa, yang diakui sebagai umat Allah?

Mikha 4:2, 3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem.” 3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.

“Penggantian hal yang benar dengan hal yang palsu adalah babak terakhir dalam drama ini. Ketika penggantian ini menjadi bersifat universal, yakni menyeluruh di seluruh dunia, maka Allah akan menyatakan diri-Nya. Ketika hukum manusia dijunjung tinggi melebihi hukum Allah, ketika kuasa-kuasa dunia ini berusaha memaksa manusia untuk memelihara hari pertama dari seminggu, maka ketahuilah bahwa saatnya telah tiba bagi Allah untuk bertindak. Dia akan bangkit dalam keagungan-Nya dan mengguncangkan bumi dengan dahsyat. Dia akan keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk dunia karena kejahatan mereka. Bumi akan menyingkapkan darahnya dan tidak lagi menutupi mereka yang telah dibunuh di atasnya.” –The Review and Herald, 23 April 1901.

RABU

4. Rasa identitas dan rasa memiliki seperti apakah yang akan mencirikan para pengikut setia kebenaran di sepanjang masa?

Mikha 4:5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

“Kita harus mengasihi Allah, bukan hanya dengan segenap hati, akal budi, dan jiwa, melainkan juga dengan segenap kekuatan. Hal ini mencakup penggunaan secara cerdas dan dengan seutuhnya segenap kemampuan fisik yang ada.” –Christ’s Object Lessons, hlm. 348.

KAMIS

5. Nubuat-nubuat tentang mesias yang menentukan manakah yang harus digenapi pada diri wakil-wakil Allah yang hidup di bumi?

Mikha 4:14, 5:1–2, 6 (5:1-3, 7 KJV) Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. 5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 2 Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 6 Maka sisa-sisa Yakub akan ada di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun dari pada TUHAN seperti dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dan tidak mengharap-harapkan anak manusia.

“Setiap anak Allah hendaknya memiliki pemahaman yang cerdas mengenai Alkitab dan mampu menunjukkan posisi kita dalam sejarah dunia ini dengan menelusuri penggenapan nubuat. Alkitab ditulis baik bagi orang awam maupun kaum terpelajar, serta dapat dipahami oleh semua orang. Kebenaran-kebenaran agung yang mendasari kewajiban manusia terhadap sesamanya dan terhadap Sang Pencipta, telah dinyatakan dengan jelas; dan barangsiapa yang sungguh-sungguh mencari kebenaran tidak akan tersesat. Jalan itu tidak dibiarkan dalam ketidakpastian, seolah-olah kita sedang berdiri di persimpangan jalan tanpa mengetahui arah mana yang harus diambil. Kebenaran adalah penuntun kita; bagaikan tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari bagi kita.” –The Review and Herald, 27 Januari 1885.

JUMAT

6. Kepastian mutlak apakah yang dapat dimiliki seseorang, bahkan di tengah kegagalan pribadi maupun bersama?

Mikha 7:7-9 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu (menanti-nantikan) TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya.

“Barangsiapa yang hendak bangkit kembali berarti harus mengalami jatuh. Kita harus jatuh ke atas Batu Karang itu dan hancur sebelum kita dapat ditinggikan di dalam Kristus. Diri harus diturunkan dari takhtanya dan kesombongan harus direndahkan terlebih dahulu jika kita ingin mengenal kemuliaan kerajaan rohani itu.” –The Desire of Ages, hlm. 56.

SABAT

7. Seberapa besarkah kasih Allah bagi mereka yang telah Dia ciptakan?

Mikha 7:18, 19 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? 19 Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.

“Di sini, kebenaran itu dipaparkan dengan jelas. Belas kasih dan kebaikan ini sama sekali bukan sesuatu yang layak diterima. Kasih karunia Kristus membenarkan orang berdosa secara cuma-cuma, tanpa adanya jasa atau tuntutan apa pun dari pihak orang tersebut. Pembenaran adalah pengampunan dosa yang utuh dan sempurna. Saat seorang yang berdosa menerima Kristus melalui iman, pada saat itulah ia diampuni. Kebenaran Kristus diperhitungkan baginya, dan ia pun menjadi tidak perlu lagi meragukan kasih karunia Allah yang mengampuni.” –Our Father Cares, hlm. 290.

PEMBELAJARAN TAMBAHAN

“Melalui Kristus, pemulihan serta pendamaian disediakan bagi manusia. Jurang pemisah yang diakibatkan oleh dosa telah dijembatani oleh salib Kalvari. Suatu tebusan yang utuh dan sempurna telah dibayar oleh Yesus; berkat hal itu, orang berdosa pun dapat diampuni dan keadilan hukum dapat tetap ditegakkan. Setiap orang yang percaya bahwa Kristus adalah korban pendamaian boleh datang dan menerima pengampunan atas dosa-dosa mereka; sebab melalui jasa Kristus, hubungan antara Allah dan manusia telah dipulihkan. Allah menjadi dapat menerima saya sebagai anak-Nya, dan saya pun dapat mengakui serta bersukacita di dalam Dia sebagai Bapa yang penuh kasih.” –Faith and Works, hlm. 93.

TEMA SEMESTER: NABI-NABI KECIL

***